Pariwisata berkelanjutan merupakan sebuah sistem yang kompleks dan multidimensi. Salah satu strategi perencanaan dan pengelolaan kinerja keberlanjutan pada destinasi wisata adalah dengan mengembangkan sistem indikator pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, studi ini mencoba untuk menetapkan dan menyederhanakan kerangka evaluasi untuk mengukur kinerja keberlanjutan pariwisata menggunakan sistem indikator yang bersifat kontekstual dengan lokasi pariwisata. Dengan demikian, tujuan pertama adalah menetapkan indikator pariwisata berkelanjutan dari daftar lengkap set indikator melalui tinjauan literatur untuk wisata pesisir Pangandaran. Kedua, merumuskan bobot relatif dari dimensi dan indikator dengan pendekatan multi-criteria decision making (MCDM) menggunakan adaptasi metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) untuk menentukan urutan prioritas berdasarkan tingkat kepentingan yang dihasilkan. Hasil studi menetapkan 25 sistem indikator dari 126 set indikator awal mencakup dimensi ekonomi, sosial-budaya, lingkungan serta manajemen dan perencanaan. Berdasarkan bobot relatif masing-masing dimensi dan indikator, urutan keseluruhan indikator teratas dalam kerangka sistem indikator yang terbentuk, memiliki tingkat kepentingan prioritas yang dimulai dari dimensi manajemen dan perencanaan, lingkungan, ekonomi dan sosial-budaya. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan perencanaan strategis dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan
Copyrights © 2023