Riset ini bertujuan untuk meneliti potensi pengembangan ekonomi jemaat GKPS yang berdomisili di sekitar Danau Toba. Studi ini menandaskan bahwa pembangunan Danau Toba harus mempertimbangkan keseimbangan liberatif antara ekonomi, ekologi dan sumber daya manusia. Penelitian ini menemukan bahwa pelaku ekonomi mikro lokal yang tinggal di sekitar Danau Toba tidak siap dengan persaingan nasional dan global dalam konteks kemajuan Danau Toba. Tanpa pendampingan dan pelatihan intensif bagi pelaku ekonomi mikro, jemaat dan masyarakat akan menjadi penonton dan kuli dalam perkembangan Danau Toba 20 tahun mendatang. Konsep kemajuan ekonomi dan kelestarian ekologi juga tidak seimbang. Riset ini menggunakan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif. Studi ini mengelaborasi teori teologi publik Paul S. Chung sebagai lensa untuk menganalisis korelasi teologi, ekonomi dan ekologi bagi kemajuan masyarakat di sekitar Danau Toba. Sebagai kesimpulan riset ini menawarkan konsep dan praksis pemberdayaan ekonomi dan ekologi liberatif sebagai spirit arsitektur kemajuan Danau Toba.
Copyrights © 2024