Dinamika perjalanan spiritual gereja di era global yang terus berubah, menuntut gereja untuk responsif terhadap perubahan yang terjadi, baik dalam segi budaya, tradisi, dan model eklesiologi. Tulisan ini menyoroti tantangan yang dihadapi GBKP dalam mendorong partisipasi aktif jemaat dalam pelayanan gereja, meskipun tema pelayanan aktif telah diusung ternyata masih memiliki hambatan yang signifikan, diantaranya adalah kekakuan relasi antar jemaat dan ketegangan dengan pejabat gereja. Analisis terhadap kesenjangan ini dilakukan dengan merujuk pada prinsip partisipatif dan egaliter dalam tata aturan GBKP. Namun, pada praktiknya seringkali menunjukkan bahwa relasi struktural seringkali eksklusif dan tidak mengakomodasi perbedaan pandangan, dan menghalangi transformasi dinamis dalam komunitas gereja. Penulis mengusulkan strategi untuk mengatasi kekakuan ini, termasuk menggunakan teori retraditioning dari Diana Bass dan teori pembangunan jemaat dari Jan Hendriks, untuk mencapai transformasi struktural yang lebih inklusif dan vital dalam GBKP.
Copyrights © 2024