Jurnal Dimensi
Vol 2, No 2 (2013): JURNAL DIMENSI (JULI 2013)

ANTAGONISME BAKTERI BACILLUS SP DAN PSEUDOMONAS SP TERHADAP BAKTERI VIBRIO PARAHAEMOLITYCUS PATOGEN PADA UDANG WINDU (PENAEUS MONODON FAB).

Ramses Firdaus (Prodi Pendidikan Biologi)



Article Info

Publish Date
27 Aug 2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antagonism bakteri Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp terhadap Vibrio Parahaemolyticus secara in vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Uji antagonism dilakukan dengan dua metode yaitu uji gores silang (streaking method) dan uji dalam mikrokosom.Bakteri Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp diisolasi dari produk Super NB (produksi Marindo Lab, Surabaya) sedangkan Vibrio Parahaemolyticus diperoleh dalam bentuk isolate murni yang didatangkan dari Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Jepara yang diisolasi dari udang windu yang terserang penyakit vibriosis. Perlakuan yang diberikan dalam mikrokosom adalah Bacillus  sp (kontrol), sedangkan konsentrasi awal V. Parahaemolyticus pada masing-masing perlakuan adalah 104 sel/ml. hal yang sama juga dilakukan pada Pseudomonas  sp.Hasil uji antagonis Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp pada gores silang tidak memberikan hambatan yang berarti terhadap pertumbuhan V. Parahaemolyticus (tidak terlihat zona hambat yang jelas). Pada antagonism dalam mikrokosom Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp mampu menghambat V. Parahaemolyticus secara nyata. Dari hasil uji signifikan (uji-t) semua perlakuan pada antagonism Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp terhadap V. Parahaemolyticus menunjukkan hasil yang berbeda nyata dengan control. Pada penelitian ini perlakuan Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp 106 sel/ml memberikan daya hambat paling besar terhadap V.parahaemolyticus (berbeda sangat nyata dengan Bacillus  sp dan Pseudomonas  sp 102 dan 104 sel/ml) pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01).

Copyrights © 2013