Abstrak Tulisan ini memhabas tentang Etika menurut Emanuel Levinas. Penempatan ‘Yang lain’ sebagai yang transenden yang mana di hadapannya, sang Aku berjumpa dengan yang tak berhingga dan disandera untuk bertanggungjawab terhadapnya adalah sumbangan yang sangat penting bagi filsafat dan etika. Berdasarkan pada perjumpaan wajah, etika harus diterjemahkan lebih jauh dalam ranah praktis. Levinas sendiri tidak mengatakan bahwa dalam hidup sehari-hari, orang harus selalu mengutamakan orang lain. Ia hanya menunjukkan suatu kenyataan bahwa dalam perjumpaan wajah yang kita lakukan dalam hidup sehari-hari, kita berjumpa dengan wajah yang transenden yang secara eksistensial kita bertanggungjawab terhadapnya. Akhirnya, tentang kehidupan bernegara ini, secara lebih khusus, Levinas menegaskan bahwa dalam kehidupan bernegara, keadilan harus diperjuangkan. Keadilan ini adalah keadilan yang berdasarkan pada cinta. Cinta inilah cinta yang memiliki tanggung jawab tidak terbatas pada sesama, cinta yang asimetris.Kata kunci: Etika, Levinas, Tanggung Jawab, Wajah Abstract This article is about Ethics according to Emanuel Levinas. The placement of the 'Other' as the transcendent one before which the I encounter the infinite and is held hostage to it is a very important contribution to philosophy and ethics. Based on face-to-face encounters, ethics must be translated further in the practical realm. Levinas himself did not say that in daily life, people should always put others first. It simply shows the fact that in the face encounters we have in our daily lives, we encounter a transcendent face for whom we are existentially responsible. Finally, about this state life, more specifically, Levinas emphasized that in the life of the state, justice must be fought. This justice is justice based on love. This love is a love that has a responsibility not limited to others, an asymmetrical love. Keywords: Ethics, Levinas, Responsibility, Face
Copyrights © 2023