Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran pidato terutama standar kompetensi 10 yaitu mengungkapkan informasi melalui presentasi program/proposal dan pidato tanpa teks, khususnya kompetensi dasar 10.2 yaitu berpidato tanpa teks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat. Siswa sering malu, kurang berani, dan kurang percaya diri dalam mengungkapkan gagasan, ide dan pikirannya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang melalui model pembelajaran CTL dan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang yang berjumlah 30 orang. Data-data yang dikumpulkan berupa data aktivitas, dokumentasi, catatan lapangan, dan hasil tes unjuk kerja keterampilan siswa dalam berpidato. Analisis data untuk hasil belajar siswa menggunakan analisis kualitatif yang didasari data kuantitatif setelah menghitung semua komponen dan mengambil rata-ratanya. Hasil analisis tes berpidato siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang mengalami peningkatan yang signifikan. Sebelum dilakukan tindakan, siswa yang tuntas hanya 9 orang atau sebesar 30% dengan nilai rata-rata 65, tertinggi 81 dan terendah 53. Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus I meningkat dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 18 orang dengan nilai rata-rata 73, tertinggi 83, sedangkan terendah 61, persentase ketuntasan 60% dengan persentase keaktifan siswa 67% . Hasil tes unjuk kerja siswa pada siklus II meningkat signifikan dengan jumlah siswa yang tuntas 25 orang, nilai rata-rata 79, tertinggi 86 sedangkan terendah 67, persentase ketuntasan 83% dengan persentase keaktifan siswa 80%. Dengan demikian, model pembelajaran CTL dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar keterampilan berbicara melalui model CTL siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 13 Padang.
Copyrights © 2024