Berbeda dengan berbagai analisis (Olivetti, 2001; Abou EL-Fadl, 2004), yang menganggap metode interpretasi Mazhab Salafi Saudi sebagai penyebab dari segala praktik diskriminasi terhadap perempuan, Delong-Bas (2004) memandang Mazhab ini memiliki segala potensi teologis untuk penguatan hak-hak perempuan sebagaimana mazhab-mazhab lain di dunia Islam. Di antara kedua asumsi ini, penelitian ini menelusuri rumusan metode interpretasi Mazhab dengan mengaitkanya pada isu-isu gender kontemporer dalam berbagai pandangan ulama-ulama mereka. Penelitian ini, dengan menganalisis kaidah-kaidah interpretasi Mazhab; terutama rumusan teks otoritatif, kontra dualisme mutawatir-ahad, kritisisme Hadits, interpretasi literal atas teks, qiyas dan interpretasi berbasis akal, menyimpulkan adanya keragaman, inkonsistensi, dan kerancuan metode interpretasi Mazhab Salafi Saudi, yang sedikit banyak membuka kemungkinan negoisasi ulang, jika otoriterinisme subyek penafsir bisa dieliminasi, untuk penguatan interpretasi yang lebih mengadvokasi hak-hak perempuan.
Copyrights © 2012