Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) reproduksi cerita rakyat ‘Raibnya yang Terkasih’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’; 2) keterbacaan cerita rakyat ‘Raibnya yang Terkasih’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’; 3) reproduksi cerita rakyat ‘Rezeki’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’; 4) keterbacaan cerita rakyat ‘Rezeki’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’; 5) reproduksi cerita rakyat ‘Anak yang Berbakti’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’; 6) keterbacaan cerita rakyat ‘Anak yang Berbakti’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’. Penelitian ini berlangsung di semester genap tahun ajaran 2023/2024. Populasi penelitian ini adalah seluruh paragraf yang terhimpun dalam teks cerita rakyat ‘Raibnya yang Terkasih’, ‘Rezeki’, dan ‘Anak yang Berbakti’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’. Cerita ‘Raibnya yang Terkasih’ berjumlah 17 paragraf. Cerita ‘Rezeki’ berjumlah 9 paragraf. Cerita ‘Anak yang Berbakti’ berjumlah 17 paragraf. Data cerita rakyat dikumpulkan menggunakan instrumen pedoman observasi terhadap data sekunder. Data reproduksi cerita rakyat dianalisis menggunakan triangulasi waktu melalui daftar cek-ricek. Data keterbacaan cerita rakyat dianalisis mengunakan KIFMAR. Hasil penelitian: 1) adanya reproduksi cerita dengan judul ‘Raihnya yang Terkasih’, ‘Rezeki’, dan ‘Anak yang Berbakti’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’ yang objektif; 2) keterbacaan cerita rakyat ‘Raibnya yang Terkasih’, ‘Rezeki’, dan ‘Anak yang Berbakti’ dalam ‘Hantu Berburu: Sebuah Cerita Rakyat Kabupaten Lingga’ memiliki keterbacaan level siswa SD/MI; bermakna mudah dibaca untuk semua jenjang pendidikan.
Copyrights © 2024