Komunikasi al-Qur’an sebagai salah satu kajian dengan berbagai variannya telah banyak dilakukan oleh para ilmuan komunikasi yang memiliki background ilmu keislaman. Namun demikian kajian komunikasi antar-budaya perspektif Al-Qur’an belum banyak dilakukan para ilmuan komunikasi. Atas dasat itulah tulisan ini menjadi urgen dan memiliki ciri khas tersendiri dibanding karya lainnya. Karya ini mencoba melakukan eksplorasi teori dan konsep komunikasi antar-budaya menurut ilmuan barat, konsep komunikasi antar-budaya menurut ilmuan muslim atau ilmu al-Qur’an, dan berikutnya akan dikaji korelasi atau hubungan keduanya. Kajian komunikasi antarbudaya perspektif al-Qur’an ini sebenarnya merupakan bagian dari kajian komunikasi lainnya dengan sudut pandang al-Qur’an sebagai critical thinkingnya. Dalam kajian komunikasi dengan berbagai variannya dalam perspektif al-Qur’an dikenal istilah komunikologi al-Qur’an yaitu sebuah upaya mengkaji berbagai bidang keilmuan komunikasi perspektif al-Qur’an. Hasil riset keilmuan komunikasi antar-budaya perspektif al-Qur’an ini menghasilkan temuan perbedaan, persamaan dan keterkaitan menurut konsep al-Qur’an dan menurut para ahli barat. Pertama, konsep al-Qur’an dimulai dari hakekat manusia diciptakan di bumi yaitu untuk saling mengenal (komunikasi) antar sesama manusia, baik berlatar belakang agama, suku, bangsa, etnik, ras, jenis kelamin dan sebagainya. Kedua, konsep barat lebih menekankan pada pemahaman latar belakang budaya seseorang ketika berkomunikasi agar ada kesepahaman bersama. Ketiga, keterkaitan konsep al-Qur’an dan konsep barat atau ilmuan komunikasi adalah kedua konsep sama-sama memiliki penekanan pentingnya memahami budaya yang berbeda untuk mencapai tujuan hidup, yaitu sebagai khalifah di bumi.
Copyrights © 2024