An-Nida': Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
FOKUS
Fokus jurnal ini adalah upaya mengaktualkan pemahaman yang lebih baik tentang keilmuan Komunikasi dan Penyiaran baik lokal maupun internasional melalui publikasi artikel, laporan penelitian, dan ulasan buku.
SKOP
Jurnal ini berisi kajian Komunikasi dan Penyiaran yang meliputi Komunikasi, Dakwah, Strategi, Penyiaran, Media, Jurnalistik.
Articles
84 Documents
Dakwah Membangun Peradaban Islam
Mashud
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jika mencermati kondisi umat Islam belakangan ini, betapa tantangan internal (insider) dan eksternal (outsider) umat Islam perlu mendapat perhatian para da?i dan lembaga dakwah Islam. Krisis soliditas insider umat Islam sampai saat ini belum bisa dibanggakan, kondisi outsider Islam masih ada oknum masyarakat yang membangun sitgma negatif pada Islam. Krisis dan kesulitan umat Islam adalah betapa berat membangun soliditas, mempertahankan komitmen (iltizam), keteguhan (tsabat), kesabaran, serta konsistensi (istiqamah) dalam menjalankan syariat Islam di tengah-tengah berbagai tantangan insider dan outsider tersebut. Di sisi lain insider umat Islam patut bangga dengan maraknya kebangkitan ummat Islam (nahdhatul ummah). Fenomena kesadaran beragama para mahasiswa, intelektual, kaum perkotaan semakin menggeliat. Sementara outsider, sebagian mereka berusaha secara maksimal untuk membendung gejala kesadaran kembali ke Islam. Nampaknya kebangkitan Islam itu tidak bisa diredam dan diredupkan, usaha mereka hanya sia-sia belaka. Jadi tidak kita saja yang menderita kesulitan, mereka juga merasakan kesulitan dalam menghadapi banyaknya kaum terpelajar, bangsa-bangsa di negara maju yang ingin kembali kepada ajaran yang sesuai dengan fithrah mereka. Tulisan ini mencoba untuk mengurai dakwah membangun peradaban Islam solusi berbagai krisis umat Islam, diawali dengan uraian mengenal berbagai krisis umat Islam lalu uraian tentang bagaimana solusinya dengan dakwah membangun peradaban Islam.
Komunikasi Kontemporer Bisnis Islam (Studi Kasus di PT Arofah Mina Surabaya)
Nasrul Syarif
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komunikasi adalah persepsi dan apresiasi. Bisnis dan komunikasi sebagai satu proses sosial, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa komunikasi adalah bisnis dan sebaliknya, bisnis adalah komunikasi. Kemajuan di bidang teknologi informasi (TI komunikasi) juga berlangsung sangat pesat, sehingga informasi tentang keadaan tertentu dapat disampaikan tanpa tergantung jarak geografis. Kemajuan dibidang komunikasi kontemporer ( media baru ; internet, media online, media sosial, dll ) telah mempengaruhi pola-pola bisnis antarmanusia termasuk bisnis Islam ( Travel umrah dan haji plus ) Metode penelitian kualitatif dengan Studi di PT Arofah Mina Surabaya. Berdasarkan latar belakang masalah yang kemudian dijabarkan menjadi tujuan penelitian. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :pertama; Menkontruksi model komunikasi bisnis PT Arofah Mina dalam mewujudkan kompetitif bisnis.Kedua; Mendiskripsikan dan menganalisis implementasi komunikasi bisnis di PT Arofahmina Surabaya. Ketiga; Menggali dan mendiskripsikan key succes bisnis PT Arofah mina dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut : pertama; Model komunikasi bisnis PT Arofah Mina menggunakan Integrated Marketing Communication ( IMC ) untuk meningkatkan ekuitas merek. Kedua: Implementasi IMC PT Arofah Mina dengan menggunakan komunikasi kontemporer ( Internet : web, fb, IG, Aplikasi gadget ) mampu meningkatkan ekuitas merek ternyata berdampak pula pada peningkatan omzet penjualan dari 1710 orang tahun 2017/2018 menjadi 4320 orang di tahun 2018/2019. Ketiga: Kunci Sukses bisnis PT Arofah Mina adalah Integritas perusahaan dalam menerapkan nilai nilai islam dalam bisnis, meningkatkan kompetensi SDM dan penguasaan komunikasi kontemporer dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Membangun dan memperluas networking dengan kemitraan strategis.
Studi Surah al-Mudatstsir tentang Bimbingan Dakwah dalam Kitab Al-Tafsir al-Munir Karya Wahbah Al-Zuhaili.
Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini punya beberapa alasan : (1) Surah al-Muddatstsir mengandung bimbingan dakwah secara sistematis, mendasar dan komprehensif, (2) Penelitian terdahulu tentang bimbingan dakwah dalam surah al-Muddatstsir secara keseluruhan dari awal surah sampai akhir surah dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya wahbah al-Zuhail? belum penulis temukan, (3) Bimbingan dakwah memberikan dampak dan energi positif secara langsung kepada petugas dakwah, sosial kemasyarakatan serta memberikan solusi terhadap problematika masyarakat, (4) Hasil dakwah akan lebih maksimal dan efektif jika dakwah dilakukan sesuai dengan bimbingan Allah pemberi tugas dakwah dalam al-Qur?an seperti dalam surah al-Muddatstsir. Tujuan penelitian ini untuk menemukan bimbingan dakwah yang difokuskan pada semua ayat dalam surah al-Muddatstsir (ayat 1 sd 56 ) dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhail?. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhail?. Sumber sekunder berupa jurnal yang terkait dengan judul di atas, kitab-kitab tafsir lain yang relevan, kitab-kitab akhlak dan buku-buku dakwah yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang bimbingan dakwah dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhail?.
Fikih Dakwah Kepada Munkarot ( Kajian Psikologi Mad’u)
Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dakwah adalah aktivitas menyeru manusia kepada Allah Ta?ala dengan hikmah dan pelajaran yang baik dengan harapan agar objek dakwah (mad?u) yang kita dakwahi beriman kepada Allah Ta?ala dan mengingkari thaghut (semua yang diabdi selain Allah) sehingga mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Jika kita mencermati ayat-ayat Al-Quran maupun hadits-hadits Rasulullah shallallahu ?alaihi wa sallam, kita akan banyak menemukan pembicaraan mengenai fadhail (keutamaan) dakwah yang luar biasa. Penting bagi kita untuk mengetahui, memahami, dan menghayati tentang fikih dakwah ini, agar memiliki motivasi yang kuat untuk berdakwah dan bergabung bersama kafilah dakwah dimanapun ia berada; juga dapat menjaga konsistensi, semangat, serta menjadikan kita merasa ringan menghadapi beban dan rintangan dakwah betapapun beratnya. Fikih Dakwah ini menyajikan berbagai resep dakwah, utamanya menyangkut prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah dakwah sebagai acuan bagi da?i dalam bertindak terhadap kemungkaran, sekaligus koreksi atas banyaknya fenomena penyimpangan di jalan dakwah. Kata ?munkar? lebih bersifat umum dari pada kata ?maksiat?. Kata-kata ?munkar? tidak khusus untuk dosa-sosa besar saja, termasuk juga di dalamnya berduaan dengan wanita lain (yang bukan muhrimnya) dan meilhat pada hal-hal yang diharamkan, semua itu termasuk shagha?ir dan wajib dicegah. Oleh karena itu, penting bagi pendakwah untuk memahami fikih dakwah terhadap kemungkaran yang berpijak pada psikologi mad?u.
Dakwah Antar Budaya di Era Cyber
Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Islam adalah agama?Rahmatan lil amamin? yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pekalu dakwah tidak menggunakan kekerasa akan tetapi kegiatan dakwah tersebut selalu dilakukan dengan damai, bijak dan menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad?unya. Perkembangan Islam dari masa ke masa sampai di era modern seperti sekarang ini tidak lepas dari semnagt dakwah para da?i da?i nya.Sejarah telah mencatat bahwa Agama Islam yang tadinya hanya di jazirah Arab saja sekarang sudah bisa masuk dan diterima oleh masyarakat dunia.Kalau kita perhatiakan secara seksama kesusksesan dakwah Islam tersebut tidak lepas dari pendekatan pendekatan budaya sesuai dengan kearifan lokal dimana mad?u berada.Dunia dakwah Islam khususnya dakwah antar budaya menemukan babak barunya ketika masyarakat dunia berbondong bondong masuk ke dunia baru yang bernama cyberspacy. Pada tulisan ini penulis akan membahas tentangdakwah antar budaya di era cyber. Dimana kegiatan dakwah antar budaya diera cyber ini merupakan sebuah keniscayaan.Karena mau tidak mau dunia dakwah akan dipaksa masuk kedalam dunia baru yang bernama cyberspacy. Yaitu sebuah dunia maya yang terbebas dari ruang dan waktu sehinggamampumenghubungkan seluruh masyarakat dunia dengan segala keanekaragaman budayanya. Dari kajian yang disajikan penulis menyimpulkan bahwadi era modern seperti sekarang ini dakwah antar budaya harus masuk dan ikut mewarnai kehidupan di cyberspacy.Untuk masuk dan ikut mewarnai kehidupan di dunia maya tersebut diperlukan tenaga tenaga da?i dengan keahlian khusus.Sehingga dengan kreatifitas dan inovasinya, konten dakwah khususnya materi dakwah antarbudaya.Dimana konten dakwah antarbudaya ini juga harusdisesuaikan dengan ?permintaan pasar? dan media yang dijadikan sebagai tujuan.Tentunya dengan memperhatikan budaya budaya yang dianut oleh masyarakat cyberspacy.Adapun media media yang dimaksud adalah media media yang berdomisili di ?alam maya? baik berupa WEB, facebook, instagram, WA, youtube, twitter dan media media sejenisnya.
Pesan Komunikasi dalam Kepemimpinan Dakwah Rasulullah SAW
Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 2 (2019): Maret
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Muhammad SAW sebagai seorang utusan Allah SWT, punya tugas utama membawa kabar gembira dan memberi peringatan kepada seluruh umat manusia. Kegiatan penyampaian wahyu dan ajaran beriman kepada Allah biasanya disebut dakwah. Beliau melaksanakan fungsi dakwah ini selama 23 tahun. Para sejarahwan menbagi periode dakwah yang dilakukan oleh Muhammad SAW ke dalam beberap tahapan. Dakwah tahap pertama dilakukan secara sirriyah atau tetutup di lingkungan keluarganya sendiri dengan sanak famili terdekat. Tahapan berikutnya, Kemudian Muhammad SAW melakukan dakwah secara jahriyah (terang-terangan). Meskipun dakwah ini belum memperoleh hasil yang menggembirakan. Dakwah secara luas mulai dilakukan,di periode Madinah. Setelah kaum muslimin mulai punya kekuatan dan disegani di Jazirah Arab dan pada akhirnya dakwah Islam bisa dapat diterima. Fungsi kerasulan yang ditugaskan kepada Muhammad SAW menuntutnya untuk memiliki sifat-sifat yang mulia agar apa yang disampaikan dapat diterima dan diikuti oleh umat manusia. Ada banyak sifat-sifat mulia yang dimiliki Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin dakwah. Sifat-sifat itu antara lain disiplin wahyu, memberikan teladan, komunikasinya efektif selalu dekat dengan umatnya, memberi wewenang serta pengkaderan. Pemimpin dapat dipastikan untuk senantiasa melakukan komunikasi. Tanpa komunikasi maka proses kepemimpinannya tidak akan akan berlangsung dengan baik. Dalam konteks inilah dapat juga dikatakan bahwa kepemimpinan dapat juga dikatakan bahwa kepemimpinan pada hakekatnya juga proses komunikasi terus menerus, dalam pengertian komunikasi dilakukan oleh seorang pemimpin.
Studi Surah Al-qalam tentang Sistematika Pendidikan Akhlak Dalam Tafsîr Al-munîr Karya Wahbah al-Zuhaily
Mohamad Nur Fuad
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian in dilatarbelakang oleh beberapa alasan : (1) Surah al-Qalam mengandung pendidikan akhlaq secara sistematis, mendasar dan komprehensif, (2) penelitian terdahulu tentang sistematika pemdidikan akhlaq dalam surah al-Qalam secara keseluruhan dari awal surah sampai akhir surah dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya wahbah al-Zuhaili belum penulis temukan, (3) kerusakan akhlaq semakin parah di mana mana yang wajib segera mendapatkan perhatian dan solusi kongkrit dari berbagai pihak. Berdasarkan alasan di atas maka jurnal dengan judul: Studi Surah al-Qalam Tentang Sistematika Pendidikan Akhlaq dalam Kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhaily layak diteliti. Tujuan penelitian ini untuk menemukan sistematika pendidikan akhlaq yang difokuskan pada semua ayat dalam surah al-Qalam (ayat 1 sd 52) dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhaily. Sumber primer penelitian ini adalah kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhaily. Sumber sekunder berupa kitab-kitab tafsir lain yang relevan, kitab-kitab akhlaq dan buku-buku pendidikan akhlak yang ditulis oleh sarjana muslim terdahulu dan sekarang. Kitab-kitab dan buku-buku tersebut dikaji dengan metode content analysis dan interpretasi kemudian ditarik kesimpulan tentang sistematika pendidikan akhlak dalam surah al-Qur?an dalam kitab al-Tafsir al-Mun?r karya Wahbah al-Zuhaily.
Dakwah Antarbudaya Diperlintasan Zaman
Alim Puspianto
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan Islam dari masa permulaan hingga abad modern seperti sekarang ini tidak lepas dari semangat dakwah para pengikutnya. Sejarah telah mencatat bahwa Islam yang awalnya diturunkan di bangsa Arab mampu menembus sekat sekat budaya, tradisi, adat istiadat, kesukuan yang ada di seluruh belahan dunia. Islam mampu eksis dan diterima oleh sebagian besar penduduk dunia. Kesuksesan tersebut tidak lepas dari konsep Islam sebagai ?Rahmatan lil alamin? yang memberikan kedamaian dan ketenangan bagi seluruh alam. Sehingga kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para pelaku dakwah selalu menggunakan pendekatan pendekatan budaya yang dianut oleh calon mad?unya. Selaras dengan FirmanNya ?Kami tidak mengutus seorang rasulpun melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia bisa memberi penjelasan dengan baik kepada mereka?. Dalam tulisan ini penulis akan membahas tentang perjalalan potret dakwah antarbudaya dari masa ke masa. Yaitu dari jaman permulaan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kemudian pembahasan tentang dakwah antarbudaya yang dilakukan oleh Walisongo di bumi Nusantara khususnya pulau Jawa. Pembahasan terakhir yaitu tentang dakwah antar budaya pada jaman modern yang penuh dengan kemajuan teknologi. Dimana pada jaman now ini kearifan lokal hampir hampir berubah menjadi kearifan global. Dimana akulturasi budaya terjadi begitu gencar dan cepatnya. Nilai nilai budaya lokal, tradisi, kesukuan, dan segala sesuatu yang ada didalamnya bercampur padu di alam maya menjelma menjadi budaya POP. Kesimpulan pada tulisan ini menunjukkan bahwa tersebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia tidak lepas dari konsep Islam ?Rahmatan lil alamin? yang mengajarkan kedamaian dan ketentraman. Sehingga dakwah damai dengan pendekatan dakwah antarbudaya yang merupakan manifestasi dari ?Rahmatan lil alamin? menjadi pegangan bagi setiap da?i dalam menjalankan dakwahnya. Perjalanan dakwah antarbudaya menemukan sedikit perubahan bahkan bisa dikatakan menemukan bentuk barunya di era modern yaitu dengan pendekatan dakwah lewat media massa.
Psikologi Dakwah Qur’an
Moh Syahri Sauma
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
al Qur?an sebagai sumber agama Islam, memberikan dorongan kepada manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, tentang keajaiban penciptaan dirinya, dan kepelikan struktur kejadiaannya. Ini mendorong manusia untuk mengadakan pengkajian tentang jiwa dan rahasia-rahasianya. Dengan demikian, al Qur?an juga mendorong manusia mempelajari urgensi psikologi untuk kepentingan pengembangan ajaran Islam. Tingkah laku manusia, menunjukkan sifat-sifat manusia (human nature), baik dan tidaknya seseorang dapat dilihat dari sifat asal tersebut, meskipun masih harus melibatkan pengetahuan sosialnya (social science) dan kemanusiaan. Karenanya, psikologi dakwah berusaha menganalisis gejala-gejala kejiwaan, baik da?i ataupun mad?u yang terlibat dalam proses dakwah. Maka bagi seorang da?i diperlukan pengetahuan tentang sisi kejiwaan dari seorang mad?u yang menjadi sasaran kegiatan dakwahnya. Kajian psikologi dakwah perspektif al Qur?an meliputi sebuah kajian analisis ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ketiganya merupakan satu kesatuan. Ontologi, membicarakan hakikat (segala sesuatu); ini berupa pengetahuan tentang hakikat segala sesuatu. Epistemologi, cara memperoleh pengetahuan itu; dan Aksiologi, membicarakan guna pengetahuan itu sendiri. Adapun ontologi psikologi dakwah membicarakan hakikat kejiwaan manusia baik da?i maupun mad?u. Epistemologi psikologi dakwah terletak pada adanya beberapa faktor antara lain; Edukatif, motivatif, sugesti dan persuasi seorang da?i dan mad?u. Kajian aksiologi psikologi dakwah adalah untuk mengabdi pada Allah dan RasulNya dalam arti untuk mengembangkan ajaran Islam dengan pendekatan psikologi. Maka, disini kehadiran psikologi yang sesuai dengan ajaran-ajaran Islam sangat diperlukan guna mencapai kebahagiaan hidup manusia di dunia maupun akhirat.
Realitas Komunikasi Pembangunan Dalam Aktivitas Dakwah
Miftakhuddin
An-Nida' : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7 No 1 (2018): September
Publisher : el Hakim Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan komunikasi pembangunan perlu dikaji terus, karena perjalanan kehidupan pun terus berlangsung, dan semua orang ingin sejahtera secara materiel, juga memiliki ketentraman secara spiritual, sehingga hidup di dunia menyenangkan, dan pelaksanaan aktivitas dakwah yang bersifat spiritual pun lebih optimal. Program pembangunan merupakan agenda utama yang terus dilaksanakan tiap Negara, baik Negara maju, Negara berkembang apalagi Negara terbelakang. Dengan pembangunan kredibilitas kehidupan bisa ditingkatkan, baik aspek materi maupun non materi. Bertolak dari sinilah maka gagasan pembangunan senantiasa dikomunikasikan, sehingga pada gilirannya mencuat apa yang diistilahkan dengan komunikasi pembangunan. Dalam prakteknya ia menggunakan media massa secara dominan, sebab memang media ini dipandang efektif. Secara sederhana, komunikasi dikatakan efektif bila pesan seperti yang dimaksudkan oleh komunikator/da?i berkaitan erat dengan pesan seperti yang ditangkap dan diteri oleh komunikan/mad?u. Efektivitaskomunikasi dengan erat hubungannyadengan tujuannya, biasanya kita mengharap satu hasil atau lebih sebagai tujuan komunikasi. Mencermati essensi, tujuan dan mekanisme komunikasi pembangunan; ternyata ada titik singgung cukup besar yang mempertemukannya dengan dakwah. Dengan demikian untuk operasionalisasi komunikasi pembangunan di Indonesia khususnyaakan lebih berhasil bila mana memanfaatkan dakwah. Mengingat hakekat aktivitas dakwah adalah menghadapi?realitas?, maka setiap pendukung dakwah, apakah sebagai praktisi atau sebagai penentu kebijakan , harus benar-benar memahami bahwa perubahan itu sendiri sebuah ?realitas?.