Gagal ginjal kronik merupakan gangguan ginjal yang progresif dan irreversible. Gagal ginjal menyebabkan tubuh gagal dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, sehingga harus menjalani terapi hemodialisa secara terus menerus seumur hidup dan membosankan yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan dan kualitas hidup pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di unit hemodialisa RST Dr. Asmir, Kota Salatiga, Jawa Tengah. Teknik sampel yang digunakan yaitu quota sampling dan didapatkan sampel sebanyak 69 pasien. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner kepatuhan dan kualitas hidup. Hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan responden dalam menjalani hemodialisa dalam kategori patuh yaitu 48 orang (69,6%) dan tidak patuh yaitu 21 orang (30,4%) serta kualitas hidup dengan kategori kurang baik yaitu 29 orang (42,0%) dan sebagian besar responden dalam kategori baik yaitu 40 orang (58,0%). Perlu peningkatan peran tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan, motivasi dan komunikasi pada pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa.
Copyrights © 2024