Novel kedua karya Merari Siregar yang berjudul Azab dan Sengsara terbitan Balai Pustaka ini termasuk karya terpenting, karena tidak hanya menjadi tonggak lahirnya novel-novel Indonesia modern, namun dalam novel tersebut Merari juga ingin menunjukkan tata krama dan adat istiadat yang kurang baik di kalangan masyarakat di daerah tempat tinggalnya. Oleh karena itu, novel ini mengandung aspek-aspek kemasyarakatan yang dapat dikaji melalui pendekatan sosiologi sastra. Aspek-aspek kemasyarakatan yang terkandung di dalam novel ini pernah terjadi di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan pada tahun 1920-an. Novel ini sebenarnya merupakan kritik tidak langsung terhadap beragam adat istiadat yang sudah tidak relevan dengan kemajuan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu dengan mengaitkan karya sastra dengan masyarakat. Metode deskriptif digunakan di dalam penelitian ini dan penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dan mendeskripsikannya dengan bentuk kalimat yang padu. Sumber data yang diambil yaitu teks novel Azab dan Sengsara karya Merari Siregar. Hasil penelitian ditemukan berbagai aspek-aspek sosial yang kedapatan di daerah Sipirok pada tahun 1920-an, seperti perjodohan, perdukunan, tradisi martandang, kedudukan marga dan sistem pengaturannya, dan sistem pengaturan warisan batak angkola.
Copyrights © 2023