Sesak napas merupakan sensasi subjektif pernapasan yang tidak normal dimana pasien mengalami kesulitan bernapas akibat kurangnya pasokan udara ke paru-paru, sehingga mengakibatkan perubahan kecepatan pernapasan, terutama pada pasien PPOK. Salah satu intervensi untuk mengurangi sesak napas pada pasien PPOK adalah pernapasan bibir. Teknik ini memungkinkan pasien menghirup lebih banyak oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik pernafasan bibir terhadap penurunan frekuensi pernafasan pada penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien PPOK yang mengalami peningkatan RR dan menjalani intervensi pernapasan Pursed Lips Breathing. Hasil studi kasus ini adalah setelah dilakukan intervensi pernafasan Pursed Lips Breathing selama 3 hari, pasien mengalami penurunan RR rata-rata sebesar 2,5 x/m. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah pernapasan bibir efektif dalam menurunkan sesak napas dan frekuensi pernapasan pada pasien PPOK. Pernapasan berkepanjangan selama PLB membuka sumbatan saluran napas, mengurangi resistensi pernapasan, dan memperlancar inhalasi dan ekshalasi udara.
Copyrights © 2023