Indonesia sebagai negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terpadat penduduk di dunia. Dalam kehidupannya, manusia tidak akan terlepas dari alat transportasi. Alat transportasi merupakan sebuah sarana yang strategis dan penting dalam kegiatan masyarakat. Jalan tol Trans-Jawa merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Dari data yang diperoleh dari buku laporan tahunan BPJT tahun 2020, jumlah kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono masih tergolong tinggi. Maka dilakukan analisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, menghitung angka kecelakaan (accident rate), mengetahui black site pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono dengan menggunakan metode Z-score, mengetahui titik black spot pada black site yang telah diklasifikasikan menggunakan metode Cummulative Summary dan AEK, serta mengetahui solusi yang tepat untuk dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa accident rate tertinggi yang terjadi sepanjang ruas jalan tol Ngawi-Kertosono berdasarkan klasifikasi kecelakaan berat sebesar 0,233 kejadian/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan sedang sebesar 0,916 kejadian/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 3,506 kejadian/100 JPKP. Melalui analisis blacksite ditemukan pada 1 ruas jalan tol. Sedangkan untuk analisis black spot yang telah dilakukan, ditemukan 11 titik rawan kecelakaan.
Copyrights © 2024