p-Index From 2021 - 2026
1.116
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Kartika, Anak Agung Gde
Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kelayakan Ekonomi Pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I Pontianak Qodar, Rizqi Muhammad Maulana; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i3.126934

Abstract

Jembatan merupakan suatu konstruksi yang berfungsi meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Oleh karena itu jembatan merupakan salah satu infrastruktur transportasi penting bagi kehidupan manusia, khususnya daerah yang dilintasi sungai-sungai besar karena masyarakat harus melintasi sungai untuk melakukan perpindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya, seperti yang terjadi di Kota Pontianak. Kota Pontianak merupakan kota yang daerahnya banyak dilintasi oleh sungai Kapuas karena kondisi ini jembatan memegang peran penting dalam aktivitas sehari-hari masyarakatnya, tetapi karena terbatasnya jembatan yang ada dan meningkatnya volume kendaraan setiap harinya mengakibatkan kemacetan di daerah sekitar jembatan. Oleh karena itu Pemerintah Kota Pontianak merencanakan pembangunan jembatan baru yaitu Duplikasi Jembatan Kapuas I guna meningkatkan kapasitas jembatan. Untuk itu diperlukan suatu kajian mengenai kelayakan ekonomi pembangunan Duplikasi Jembatan Kapuas I ini apakah layak atau tidak untuk dibangun. Metodologi dalam penelitian Tugas Akhir ini dimulai dengan menganalisis kondisi lalu lintas eksisting kemudian dilakukan Analisa pertumbuhan lalu lintas untuk mengetahui jumlah kendaraan pada tahun yang akan datang. Setelah itu dilakukan analisis kinerja lalu lintas rencana dari hasil analisis dengan adanya jembatan baru dan tidak ada jembatan baru dapat dilakukan analisis biaya operasional kendaraan (BOK) dan nilai waktu. Untuk analisis ekonomi digunakan parameter Benefit Cost Rasio (BCR), Net Present Value (NPV) dan Analisis Sensitifitas. Dari hasil analisis yang dilakukan didapatkan penghematan dan penghematan nilai waktu sebesar Rp2.258.183.864.060,48. Sehingga didapat hasil nilai BCR=5,06, nilai NPV= Rp1.811.686.395.756, dan hasil Analisis Sensitivitas, menunjukan nilai NPV>0 untuk semua perubahan kondisi variabel. Berdasarkan analisis ekonomi, maka dapat disimpulkan pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I layak untuk dibangun.
Studi Kelayakan Perpanjangan Ruas JLLB Surabaya yang akan Menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan Jalan Nasional Trosobo Wicaksono, Gregorius Ageng; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i3.127080

Abstract

Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur dengan potensi besar untuk dapat meningkatkan ekonomi daerah terutama dari sektor industri. Pada Daerah Driyorejo dan Lakarsantri telah dibangun banyak area pabrik serta lahan perumahan baru yang menyebabkan peningkatan volume kendaraan. Kemacetan pada jam puncak sering terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan Kecamatan Lakarsantri di perbatasan Surabaya – Gresik akibat menumpuknya kendaraan dari Tol Mojokerto-Surabaya dengan kendaraan yang melintas dari Driyorejo menuju Lakarsantri. Kemacetan ini diharapkan dapat terurai apabila jalan kolektor primer eksisting dapat terhubung dengan jalan arteri primer yaitu Jalan Nasional Trosobo, Kabupaten Sidoarjo yang terletak di sebelah Selatan. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah merancang Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) yang berakhir di Jalan Raya Lakarsantri. Maka dari itu, makalah ini akan menganalisis kelayakan perpanjangan ruas JLLB Surabaya dari perbatasan Surabaya – Gresik, menghubungkan Akses Tol Driyorejo dengan jalan arteri primer antarkota, Jalan Nasional Trosobo di Kabupaten Sidoarjo, dengan harapan dapat mengurai kemacetan jam puncak yang terjadi. Pada makalah ini dihitung derajat kejenuhan (DJ) yang menentukan besar Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan nilai waktu without dan with project sampai tahun 2045. Dilakukan trip assignment untuk memperkirakan perpindahan kendaraan yang terjadi dari jalur eksisting ke rencana serta dapat diperoleh perbedaan kondisi lalu lintas without project dari jalan eksisting sebelum pembangunan jalan dengan kondisi lalu lintas with project yang menghasilkan penghematan BOK dan nilai waktu. Sehingga dapat diketahui kelayakan perpanjangan ruas JLLB dari perbatasan Surabaya – Gresik menuju Jalan Trosobo, Sidoarjo ditinjau dari aspek ekonomi. Dari hasil analisis didapatkan penurunan DJ jalan eksisting pada tahun 2025, penghematan BOK sebesar Rp 141.948.801.208 dan pengehematan nilai waktu sebesar Rp 83.726.609.782. Biaya investasi total sebesar Rp 866.224.093.630. Sehingga hasil nilai BCR = 6,969 > 1, nilai NPV = Rp 6.532.209.193.607 > 0, dan nilai EIRR = 35,9122% > 4,55%.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas pada Ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi Kabupaten Jember Afivie, Rizaldy Wildan; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i3.127367

Abstract

Kabupaten Jember terletak di antara tiga kabupaten. Salah satu ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Bondowoso adalah Jalan Slamet Riyadi-Supriadi yang merupakan jalan provinsi sepanjang 3,4 kilometer. Volume lalu lintas di Kabupaten Jember meningkat setiap tahunnya (2018 hingga 2020) yang berdampak pada meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas dan menimbulkan berbagai masalah, salah satunya adalah kecelakaan. Di Kabupaten Jember sendiri, ruas Jalan Slamet Riyadi menjadi lokasi dengan angka kecelakaan tertinggi pada tahun 2022. Maka dilakukan analisis kecelakaan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Slamet Riyadi-Supriadi, mengetahui tingkat kecelakaan, mengetahui titik blackspot menggunakan Metode Cumulative Summary, Metode AEK dan Collision Diagram, mengetahui biaya kerugian akibat kecelakaan menggunakan metode The Gross Output (Human Capital), serta dapat mengetahui tindakan mitigasi yang diharapkan dapat menekan jumlah kecelakaan pada ruas jalan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecelakaan pada ruas jalan ini sebagian besar disebabkan oleh faktor pengendara. Untuk tingkat kecelakaan tertinggi terjadi di Jl. Slamet Riyadi. Daerah black spot pada ruas jalan ini terletak pada Km. 29+000 s.d. Km. 30+000. Selain itu, besaran biaya kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan total sebesar Rp 7.181.464.052,42.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Studi Kasus Ruas Jalan Tol Ngawi-Kertosono Haekal, Mohammad Athala; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i1.127932

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terpadat penduduk di dunia. Dalam kehidupannya, manusia tidak akan terlepas dari alat transportasi. Alat transportasi merupakan sebuah sarana yang strategis dan penting dalam kegiatan masyarakat. Jalan tol Trans-Jawa merupakan sebuah jalan tol yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Dari data yang diperoleh dari buku laporan tahunan BPJT tahun 2020, jumlah kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono masih tergolong tinggi. Maka dilakukan analisis faktor penyebab kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono, menghitung angka kecelakaan (accident rate), mengetahui black site pada ruas jalan tol Ngawi-Kertosono dengan menggunakan metode Z-score, mengetahui titik black spot pada black site yang telah diklasifikasikan menggunakan metode Cummulative Summary dan AEK, serta mengetahui solusi yang tepat untuk dilakukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa accident rate tertinggi yang terjadi sepanjang ruas jalan tol Ngawi-Kertosono berdasarkan klasifikasi kecelakaan berat sebesar 0,233 kejadian/100 JPKP, klasifikasi kecelakaan sedang sebesar 0,916 kejadian/100 JPKP, dan klasifikasi kecelakaan ringan sebesar 3,506 kejadian/100 JPKP. Melalui analisis blacksite ditemukan pada 1 ruas jalan tol. Sedangkan untuk analisis black spot yang telah dilakukan, ditemukan 11 titik rawan kecelakaan.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Pepen-Ahmad Yani, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur Ramadhan, Rafly Rizky; Kartika, Anak Agung Gde; Buana, Cahya
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.132614

Abstract

Selama tahun 2022 terjadi kelonggaran mobilitas masyarakat akibat Covid-19 yang mulai melandai hal ini ditandai dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupatan Malang. Sebanyak 5 kecamatan terdata sebagai penyumbang kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia, salah satu diantaranya ialah Kecamatan Kepanjen. Dengan tingginya angka kecelakaan ini membuat perlunya dilakukan audit di ruas jalan utama yang termasuk ruas jalan nasional yakni ruas Jalan Raya Pepen sampai dengan ruas Jalan Raya Ahmad Yani. Analisis dilakukan dengan tujuan mengetahui besar angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi menggunakan metode Accident Rate, mencari titik lokasi rawan kecelakaan (Black spot) dengan metode Cummulative Sumarry (Cusum), menghitung biaya korban akibat kecelakaan yang terjadi dengan metode The Gross Output (Human Capital). Dengan penelitian ini, diharapkan ditemukan alternatif solusi yang tepat guna untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Dari hasil analisis diperoleh angka kecelakaan tertinggi dengan tipe kecelakaan berat berada pada ruas Jalan Raya Panglima Sudirman pada tahun 2020 dengan angka kecelakaan sebesar 4,17 kecelakaan/100JPKP dan untuk tipe kecelakaan sedang berada pada ruas Jalan Raya Ngadilangkung pada tahun 2022 dengan angka kecelakaan sebesar 40,12 kecelakaan/100JPKP. Titik lokasi rawan kecelakaan (Black Spot) berdasarkan terletak pada STA 102+700 s.d. 103+700, STA 104+800 s.d. 105+000 dan STA 106+000 s.d. 107+000. Total biaya korban kecelakaan pada tahun 2020 sebesar Rp 726.251.841, untuk tahun 2021 sebesar Rp 20.514.038, dan tahun 2022 sebesar Rp 91.082.330.
Perencanaan Jalur Pejalan Kaki pada Ruas Jalan Panglima Besar Sudirman Lumajang sebagai Akibat Adanya Pemberhentian Angkutan Umum Kota Kurniawan, Jefri; Kartika, Anak Agung Gde
Jurnal Teknik ITS Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v14i1.146234

Abstract

Jalur pejalan kaki menjadi salah satu ruang publik yang memiliki tingkat interaksi sosial yang sangat tinggi. Pada daerah perkotaan, ketersediaan, kenyamanan dan keamanan fasilitas pejalan kaki sering menjadi salah satu permasalahan yang perlu adanya perhatian lebih. Salah satu wilayah di Kabupaten Lumajang yang memiliki tingkat mobilitas tinggi adalah terdapat pada Ruas Jalan Panglima Besar Sudirman. Wilayah ini menjadi pusat aktivitas perekonomian di Kabupaten Lumajang. Namun, pada wilayah ini tidak tersedia pemberhentian angkutan umum kota dan berakibat pada kelancaran lalu lintas. Guna mengantisipasi adanya pemberhentian angkutan umum kota maka perlu dilakukan perencanaan ulang jalur pejalan kaki. Aspek-aspek yang dianalisis meliputi volume dan kecepatan pejalan kaki, asal tujuan pedestrian, tingkat pelayanan eksisting, tingkat pelayanan tahun rencana, dan perencanaan fasilitas pedestrian. Berdasarkan analisis dan hasil perhitungan diketahui bahwa kondisi eksisting trotoar sepanjang ruas Jalan Panglima Besar Sudirman Lumajang didapatkan volume tertinggi weekday 431 ped/jam dan weekend 528 ped/jam yang terjadi pada segmen 4 titik 4-T2, kecepatan rata-rata pria maupun wanita baik weekday atau weekend sebesar 1,08 m/det, dimana sebagian besar pejalan kaki pada wilayah ini termasuk pejalan kaki non-reguler atau tidak rutin, dengan tingkat pelayanan (level of service) eksisting sebagian besar adalah kategori LOS A dan hanya pada segmen 4 titik 4-T2 termasuk LOS C, sehingga perencanaan jalur pejalan kaki pada tahun 2030 sebesar 3 m sampai 4 m.