Jurnal Teknik ITS
Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)

Status Mutu Air Sungai Sumber Payung Kabupaten Pamekasan dengan Metode Storet dan Indeks Pencemaran

Imania, R. Ayu Nadhifa (Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
Marsono, Bowo Djoko (Departemen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)



Article Info

Publish Date
01 Oct 2024

Abstract

Sungai Sumber Payung menjadi salah satu sungai dengan tingkat aktivitas penduduk tinggi sehingga memiliki risiko tercemar. Sungai ini termasuk sungai besar di Kabupaten Pamekasan dengan panjang ±10 km yang mengalir melewati pemukiman penduduk dan pabrik tahu. Terjadinya pencemaran disebabkan oleh aktivitas manusia, limbah domestik, dan industri tahu rumahan yang berpengaruh terhadap self-purification serta penurunan kualitas sungai. Data DLH Kabupaten Pamekasan menunjukan bahwa hasil uji parameter BOD dan COD sampel air Sungai Sumber Payung tidak memenuhi baku mutu air kelas II sesuai peruntukannya. Dari kondisi tersebut dibutuhkan analisis kuantitas, kualitas, potensi sumber pencemaran, status mutu air sungai, serta rekomendasi pengendalian pencemaran. Sehingga, pada penelitian ini dilakukan kajian penentuan status mutu air Sungai Sumber Payung dengan metode STORET dan Indeks Pencemaran (IP). Metode ini merujuk pada Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 melalui observasi tiga titik dengan grab sampling serta didukung data pemantauan DLH Kabupaten Pamekasan Tahun 2018-2022. Kedua metode bekerja dengan membandingkan data kualitas air sungai dengan nilai baku mutu pada PP No. 22 Tahun 2021 sesuai peruntukannya dengan parameter yang digunakan meliputi TSS, pH, BOD, COD, DO, NH3-N, PO4, dan total coliform. Hasil penelitian pada identifikasi sumber pencemar menyatakan bahwa beban pencemar COD, BOD, dan TSS pada sektor domestik lebih besar dari non-domestik. Daya tampung Sungai Sumber Payung bernilai negatif pada parameter TSS, BOD, COD, dan total fosfat. Status mutu air Sungai Sumber Payung menggunakan STORET masuk kategori cemar berat dan analisis dengan metode IP termasuk cemar sedang. Rekomendasi pengendalian pencemaran air sungai dilakukan melalui beberapa upaya, yakni, pengurangan beban pencemaran (pembangunan IPAL dan pengelolaannya), peningkatan kesadaran masyarakat mengenai sanitasi lingkungan, peningkatan penegak hukum terhadap industri tahu ataupun pelaku pencemaran lingkungan, serta pemetaan potensi sumber pencemar, penambahan titik sampel, dan pemantauan rutin yang didasari dari data curah hujan untuk menentukan kualitas air sungai yang dilakukan oleh DLH.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

teknik

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 ...