Peningkatan suhu global yang terus berlangsung akibat pemanasan global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di seluruh dunia. Sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor, telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi pada pemanasan global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, juga menghadapi masalah serius terkait emisi CO2 dari sektor transportasinya, dengan sektor transportasi darat sebagai penyumbang terbesar. Kawasan Surabaya Pusat, sebagai bagian penting dari kota metropolitan Surabaya dan pusat ekonomi, memiliki tingkat aktivitas transportasi yang tinggi dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan besaran pengaruh antara perilaku perjalanan masyarakat dan produksi emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan masyarakat di Kawasan Surabaya Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan besaran pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2 berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan dan pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2. Variabel perilaku perjalanan berupa pendapatan rumah tangga, jumlah motor, jumlah mobil dan panjang perjalanan apabila mengalami peningkatan, mempunyai keterkaitan serta pengaruh positif terhadap peningkatan produksi emisi CO2berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan per rumah tangga.
Copyrights © 2024