p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik ITS
Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kriteria Sustainable First and Last Mile pada Koridor MRT DKI Jakarta dengan Model IPGA Wardhani, Luh Putu Hamidah Kusuma; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131546

Abstract

DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan mempengaruhi tingginya pergerakan dari dan menuju Jakarta. Pengembangkan berbagai transportasi publik seperti MRT, BRT, LRT, KRL, dan mikrotrans ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pergerakan. Akan tetapi penggunaan transportasi publik khususnya MRT cenderung fluktuatif dibandingkan transportasi pribadi yang terus meningkat. Alasan masyarakat enggan berpindah menggunakan MRT karena jarak yang kurang aksesibel. Transjakarta dan KRL dianggap memiliki aksesibilitas yang lebih baik karena telah saling terintegrasi dan dilayani oleh feeder. Integrasi moda MRT dengan feeder dirasa belom optimal dan merata sehingga MRT belum menjadi moda andalan di DKI Jakarta. Mil pertama dan terakhir dari perjalanan transit menjadi komponen penting bagi keputusan individu memilih moda transportasi. Hal ini menyangkut perjalanan dengan berbagai moda transportasi umum, berjalan kaki, dan bersepeda. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria first and last mile (feeder, pedestrian way, bicycle path) pada koridor MRT DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan model analisis IPGA (Importance Performance Gap Analysis) untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan pengguna terhadap variabel sustainable first and last mile. Hasil studi menunjukan bahwa terdapat 14 variabel terkait transportasi umum, 2 variabel terkait berjalan kaki, dan 4 variabel terkait bersepeda yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan pada perjalanan first mile. Sementara itu, pada perjalanan last mile diperoleh 13 variabel terkait transportasi umum dan 1 variabel terkait berjalan kaki yang menjadi prioritas. Variabel utama pada perjalanan first mile yang perlu ditingkatkan adalah sistem pembayaran terintegrasi, ketersediaan jalur pejalan kaki, dan ketersediaan parkir sepeda. Selanjutnya, variabel biaya perjalanan dan keamanan jalur pejalan kaki merupakan prioritas yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan perjalanan last mile MRT di DKI Jakarta.
Pengaruh Perilaku Perjalanan Masyarakat Kawasan Pusat Kota Surabaya terhadap Produksi Emisi Karbon Anindya, Alfrida Ista; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130199

Abstract

Peningkatan suhu global yang terus berlangsung akibat pemanasan global telah menyebabkan dampak serius terhadap lingkungan dan masyarakat di seluruh dunia. Sektor transportasi, khususnya kendaraan bermotor, telah diidentifikasi sebagai penyumbang utama emisi gas rumah kaca (GRK) yang berkontribusi pada pemanasan global. Indonesia, sebagai negara dengan populasi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, juga menghadapi masalah serius terkait emisi CO2 dari sektor transportasinya, dengan sektor transportasi darat sebagai penyumbang terbesar. Kawasan Surabaya Pusat, sebagai bagian penting dari kota metropolitan Surabaya dan pusat ekonomi, memiliki tingkat aktivitas transportasi yang tinggi dan menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan besaran pengaruh antara perilaku perjalanan masyarakat dan produksi emisi CO2 dari konsumsi bahan bakar kendaraan masyarakat di Kawasan Surabaya Pusat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui keterkaitan dan besaran pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2 berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan dan pengaruh perilaku perjalanan masyarakat terhadap produksi emisi CO2. Variabel perilaku perjalanan berupa pendapatan rumah tangga, jumlah motor, jumlah mobil dan panjang perjalanan apabila mengalami peningkatan, mempunyai keterkaitan serta pengaruh positif terhadap peningkatan produksi emisi CO2berdasarkan konsumsi bahan bakar kendaraan per rumah tangga.
Pola Mobilitas Pelajar Kampus dengan Layanan On-Demand Ride-Hailing di Surabaya Timur Berbasis Spatio-Temporal Rahma, Nur Zahro Charissa; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.130664

Abstract

Paradigma saat ini transportasi publik di perkotaan belum mampu memenuhi kebutuhan orang terutama pada perjalanan bersekolah. Hal tersebut tercermin pada mobilitas mahasiswa yang belum diakomodasi melalui layanan sistem transportasi publik yang memadai di Surabaya Timur. Layanan ride-hailing dapat menjadi pelengkap yang dapat membantu melayani permintaan transportasi mahasiswa di Surabaya Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola mobilitas perjalanan bersekolah dengan menggunakan layanan on-demand ride-hailing di Surabaya Timur berbasis spatio-temporal. Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan Crosstab Chi-square untuk mengetahui keterkaitan karakteristik pelaku pengguna terhadap penggunaan layanan ride-hailing. Selanjutnya, metode analisis Geographical Weighted Regression (GWR) digunakan untuk menganalisis faktor permintaan ride-hailing pada periode waktu yang berbeda pada perjalanan berangkat dan pulang dari kampus. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variabel yang signifikan mempengaruhi perbedaan permintaan ride-hailing perjalanan mahasiswa di Surabaya Timur berdasarkan periode waktu yaitu tingkat kepadatan, jarak tempuh, waktu tempuh, dan biaya perjalanan. Perbedaan permintaan ride-hailing pada setiap periode waktu pada perjalanan bersekolah diantaranya pada pagi hari tersebar tinggi pada 9 kelurahan yaitu di Kelurahan Ploso, Kelurahan Pacarkembang, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kelurahan Gunung Anyar, Kelurahan Kalijudan, Kelurahan Mojo, Kelurahan Gebang Putih, dan Kelurahan Penjaringansari. Pada siang hari tersebar tinggi pada 10 kelurahan di yaitu Kelurahan Mojo, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kelurahan Gebang Putih, Kelurahan Penjaringansari, Kelurahan Gunung Anyar, Kelurahan Airlangga, Kelurahan Dukuh Sutorejo, Kelurahan Ploso, dan Kelurahan Menur Pumpungan. Sedangkan pada sore hari tersebar tinggi pada 6 kelurahan di yaitu Kelurahan Airlangga, Kelurahan Kertajaya, Kelurahan Gebang Putih, Kelurahan Keputih, Kelurahan Medokan Ayu, dan Kelurahan Pacarkembang.
Model Preferensi Komuter Sidoarjo – Surabaya Terhadap Bus Trans Jatim dengan Metode SEM Bagaskara, Hananta Rizky Brahmantya; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli
Jurnal Teknik ITS Vol 13, No 2 (2024): IN PRESS (Artikel masih bisa bertambah)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v13i2.131527

Abstract

Bus Trans Jatim Koridor 1 pertama kali beroperasi pada Tanggal 19 Agustus 2022 setelah diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Terminal Porong Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Bus Trans Jatim melayani wilayah Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi komuter Sidoarjo – Surabaya terhadap penggunaan Bus Trans Jatim. Metode analisis yang digunakan adalah SEM (Structural Equation Model), dimana bertujuan untuk mengukur besar pengaruh indikator karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik pola perjalanan, operasional, kenyamanan dan keamanan, integrasi akses, serta informasi komunikasi terhadap preferensi komuter menggunakan Bus Trans Jatim. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor yang menjadi preferensi komuter Sidoarjo – Surabaya terhadap penggunaan Bus Trans Jatim yang cukup signifikan adalah indikator karakteristik pelaku perjalanan (X1) serta kenyamanan-keamanan (X4). Pada indikator X1, variabel teramati yang memiliki pengaruh cukup signifikan dalam preferensi pengguna adalah pendapatan serta kepemilikan kendaraan pribadi. Sedangkan untuk indikator X4, variabel yang memiliki nilai pengaruh cukup signifikan adalah keamanan pada halte bus, kenyamanan-keamanan di dalam bus. Analisis yang dilakukan menghasilkan suatu model matematis seputar preferensi pengguna Bus Trans Jatim, yakni Y = 0,096 X1+0,261 X4. Hasil tersebut diharapkan akan bermanfaat bagi pengembangan pelayanan Bus Trans Jatim pada koridor – koridor baru kedepannya, serta dapat dijadikan sebagai masukan untuk mengoptimalkan pelayanan Bus Trans Jatim pada koridor 1.