Encouraging the awareness of disaster preparedness since an early age is important to instill the right techniques (Suroso , et al., 2022). Early disaster mitigation can be achieved by introducing the disasters and the mitigation of disasters for children in early ages. The introduction of disasters and the mitigations cannot be separated from language acquisition that children may acquire during the process of disaster mitigation. This study aimed to compare and contrast Indonesian and Malaysian parents’ opinion on the importance of introducing disaster mitigation for children (1), to analyze the steps of language acquisition on disaster-related vocabularies in children (2), and to determine environmental supports in introducing early disaster mitigation for children both in Indonesia and Malaysia (3). The study employed a qualitative method within phenomenology approach as data analysis technique. Phenomenology approach was applied because it can help to analyze the subject of the research better since it focuses on the study of an individual’s experiences within the world. The results of the study show that parents did not deliberately provide knowledge prior to disaster mitigation for their children. Videos, games, and story books can be used to introduce disaster mitigation as the part of early childhood education. Besides, environmental support also contributes significantly in building awarness of providing knowledge on disaster mitigation in children. ABSTRAK Penanaman kesadaran kesiapsiagaan bencana sejak dini penting dilakukan untuk menanamkan teknik yang tepat (Suroso, et al., 2022). Mitigasi bencana sejak dini dapat dilakukan dengan mengenalkan bencana dan mitigasi bencana kepada anak sejak dini. Pengenalan bencana dan mitigasi bencana tidak dapat dipisahkan dari penguasaan bahasa yang diperoleh anak selama proses mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendapat orang tua di Indonesia dan Malaysia tentang pentingnya mengenalkan mitigasi bencana kepada anak (1), menganalisis langkah-langkah penguasaan bahasa pada kosakata terkait bencana pada anak (2), dan mengetahui dukungan lingkungan dalam mengenalkan mitigasi bencana sejak dini kepada anak baik di Indonesia maupun Malaysia (3). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi sebagai teknik analisis data. Pendekatan fenomenologi digunakan karena dapat membantu menganalisis subjek penelitian dengan lebih baik karena berfokus pada kajian pengalaman individu dalam dunianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua tidak secara sengaja memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana kepada anak-anaknya sebelum melakukan tindakan. Video, permainan, dan buku cerita dapat digunakan untuk memperkenalkan mitigasi bencana sebagai bagian dari pendidikan anak usia dini. Selain itu, dukungan lingkungan juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun kesadaran untuk memberikan pengetahuan tentang mitigasi bencana pada anak.
Copyrights © 2024