Patrawidya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol. 25 No. 1 (2024)

Fungsi Kertas Ber-kop dan Makna Sengkalan dalam Manuskrip Kepangeranan di Yogyakarta pada Awal Abad ke-20

Saktimulya, Sri Ratna (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2024

Abstract

Kertas berkop pada manuskrip kuno digunakan oleh para pangeran Keraton Yogyakarta pada kisaran tahun 1900-1920. Mereka menyalin teks dengan disertai sengkalan (penanda angka tahun yang disamarkan melalui kata dan memiliki makna khusus). Permasalahannya adalah untuk apa mereka memakai kertas berkop dan mengapa disertai sengkalan? Penelitian ini bertujuan menunjukkan fungsi kertas berkop dan makna sengkalan yang ditulis oleh para pangeran pengguna kertas berkop. Adapun pendekatan dan metode yang digunakan adalah filologis dan kodikologis. Melalui penelitian ini diketahui bahwa pengguna kertas berkop adalah para pangeran keturunan Hamengku Buwana VI yang melakukan penyalinan manuskrip pada masa Hamengku Buwana VII. Fungsi kertas berkop adalah sebagai afirmasi kepemilikan melalui penyebutan nama, jabatan,tempat tinggal, dan tahun cetak kertas. Adapun makna sengkalan pada teks yang ditulis di atas kertas berkop milik para pangeran Yogyakarta itu selain sebagai penanda tahun juga untuk menyamarkan kata hati atas peristiwa yang sedang dihadapinya.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

patrawidya

Publisher

Subject

Arts Social Sciences

Description

The Patrawidya appears in a dark gray cover with a papyrus manuscript. The Patrawidya Journal is published three times a year in April, August and December. The study of the Patrawidya Journal article is on the family of history and culture. The Patrawidya name came from a combination of two words ...