Kemiskinan masyarakat memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara atau daerah yang juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Kabupaten Malang merupakan wilayah Jawa Timur dengan masyarakat miskin terbanyak. Kajian ini bertujuan untuk mengantisipasi jumlah penduduk miskin di Pemerintahan Malang periode tahun 2024 hingga tahun 2026 dengan peramalan, serta membandingkan dua teknik ramalan yaitu Double Moving Average (rerata bergerak ganda) dan Double Exponential Smoothing (penghalusan eksponensial ganda) dengan mengubah batasan-batasan yang berlaku pada setiap teknik untuk mendapatkan hasil pengukuran terbaik untuk jumlah masyarakat miskin. Data yang digunakan dalam pengujian ini adalah 20 data jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Malang pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2023. Berdasarkan pengujian dan pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa teknik penghalusan eksponensial ganda dengan batasan ???? = 0,9 dan ???? = 0,1 lebih pas dan baik digunakan untuk antisipasi masyarakat miskin dengan nilai MAPE sebesar 4,732% dibandingkan dengan teknik rerata gerak ganda yang menggunakan MA Length 2 yang memiliki nilai MAPE sebesar 5,105%. Pada tahun 2024 hingga tahun 2026, hasil ramalan jumlah masyarakat miskin dengan teknik terbaik yakni penghalusan eksponensial ganda masing-masing adalah 24552,1 ribu, 23993,7 ribu, dan 23435,3 ribu dan ramalan dengan teknik rerata gerak ganda masing-masing berjumlah 23320.5 ribu, 22059.5 ribu, 20798.5 ribu jiwa.
Copyrights © 2024