Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERAMALAN JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN METODE DOUBLE MOVING AVERAGE DAN DOUBLE EXPONENTIAL SMOOTHING Pramono, Dwi; Nurdewanto, Bambang
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 7 No. 2 (2024): MISI EDISI JUNI 2024
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/misi.v7i2.1210

Abstract

Kemiskinan masyarakat memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara atau daerah yang juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Kabupaten Malang merupakan wilayah Jawa Timur dengan masyarakat miskin terbanyak. Kajian ini bertujuan untuk mengantisipasi jumlah penduduk miskin di Pemerintahan Malang periode tahun 2024 hingga tahun 2026 dengan peramalan, serta membandingkan dua teknik ramalan yaitu Double Moving Average (rerata bergerak ganda) dan Double Exponential Smoothing (penghalusan eksponensial ganda) dengan mengubah batasan-batasan yang berlaku pada setiap teknik untuk mendapatkan hasil pengukuran terbaik untuk jumlah masyarakat miskin. Data yang digunakan dalam pengujian ini adalah 20 data jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Malang pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2023. Berdasarkan pengujian dan pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa teknik penghalusan eksponensial ganda dengan batasan ???? = 0,9 dan ???? = 0,1 lebih pas dan baik digunakan untuk antisipasi masyarakat miskin dengan nilai MAPE sebesar 4,732% dibandingkan dengan teknik rerata gerak ganda yang menggunakan MA Length 2 yang memiliki nilai MAPE sebesar 5,105%. Pada tahun 2024 hingga tahun 2026, hasil ramalan jumlah masyarakat miskin dengan teknik terbaik yakni penghalusan eksponensial ganda masing-masing adalah 24552,1 ribu, 23993,7 ribu, dan 23435,3 ribu dan ramalan dengan teknik rerata gerak ganda masing-masing berjumlah 23320.5 ribu, 22059.5 ribu, 20798.5 ribu jiwa.
Penkajian Fosil Cangkang Siput dari Lempung Hitam Formasi Pucangan, Situs Purbakala Sangiran, Jawa Tengah Gintu, Agung R.; Salenussa, Marchelia Welma; Amanda, Andrea; Wagiman, Rejo; Pramono, Dwi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Lempung Hitam merupakan bagian dari formasi Pucangan dan menyimpan banyak fosil cangkang Mollusca. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi terhadap 2 species fosil siput T. tarebra dan F. javanica dari Lempung Hitam. Hasil karakterisasi fisikokimia menunjukkan cangkang T. tarebra mengandung kadar Air 0,48 ± 0,0037%; Abu 0,9885 ± 0,0039g/g; Karbon 0,0064 ± 0,0023g/g; Silikon 0,0922 ± 0,0002g/g; Kalsium 0,4181 ± 0,0395g/g; Potasium 0,0005 ± 0,000g/g; Fosfor0,5710 ± 0,0671g/g; dan Porositas 33,9874 ± 0,0013%. Cangkang F.javanica menunjukkan kadar Air 0,50 ± 0,00%; Abu 0,9748 ± 0,0048g/g; Karbon 0,0146 ± 0,0028; Silikon 0,0836 ± 0,0009g/g; Kalsium 0,2693 ± 0,0145g/g; 0,00047 ± 0,000g/g; Fosfor 0,6589 ± 0,1272g/g; dan Porositas 33,9684 ± 0,000%. Hasil karakterisasi sangat dibutuhkan untuk diinput sebagai database untuk menjelaskan atau untuk pendekatan mekanisme kimiawi selama proses fosilisasi.
Rekonstruksi Penalaran Hukum Islam dari Fiqih Klasik ke Konteks Digital: Pendekatan Mazhab Komparatif Sebagai Basis Moderasi Keagamaan Faizin, Slamet Imam; Luthfiana, Aas; Pramono, Dwi; Aziza, Fitrotul; Siyono, Siyono
Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab VOLUME 7 ISSUE 1, JANUARY 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/shautuna.v7i1.63443

Abstract

The development of digital technology has changed the landscape of religious knowledge production and authority, including in the field of Islamic law. This transformation has opened up broad access to fiqh discourse, but at the same time has given rise to serious challenges in the form of fragmentation of scientific authority, simplification of legal reasoning, and the strengthening of polarization and exclusive religious attitudes. This article aims to reconstruct Islamic legal reasoning from the classical fiqh framework to the digital context by placing the comparative madhhab approach as the epistemological basis for strengthening religious moderation. The main issue of this research focuses on how the methodology of cross-madhhab ijtihad can be systematically adapted to respond to the dynamics of digital diversity without eliminating the scientific and ethical legitimacy of Islamic law. This research uses a qualitative method based on literature study with a normative, comparative, and conceptual hermeneutic approach. Data were obtained from the uṣūl al-fiqh and classical fiqh books of the four Sunni madhhabs, contemporary academic literature, and religious moderation policy documents. The results of this study indicate that the comparative approach is capable of reconstructing Islamic legal reasoning in the digital context through the strengthening of epistemological pluralism, the integration of adaptive istinbāṭ methodologies to the digital social context, and the revitalization of scientific authority based on methodological transparency. The novelty of this research lies in the formulation of a framework for digital Islamic legal reasoning that makes fiqh muqāran an operational and contextual instrument of religious moderation. This research has implications for strengthening Islamic legal literacy, developing adaptive religious education, and forming an inclusive, critical, and balanced digital religious ecosystem.