Perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap makanan beku dan sifat produk pertanian yang mudah rusak menjadi motivasi salah satu home industry di Kabupaten Banyuwangi mengolah bahan dasar kentag menjadi kroket kentang isi. Peluang ini menjadi tujuan dalam pelaksanaan penelitian yang dapat memberikan nilai tambah dan besaran keuntungan dari usahanya. Dari hasil dan pembahasahan menggunakan metode milik Hayami, usaha kroket kentang isi ‘Antasari’ memiliki nilai tambah per kilogram input sebanyak Rp30.000,- dengan rasio sebesar 33,33%. Begitu pula dengan pendapatan tenaga kerja setiap kilogram kentang mendapatkan sebanyak Rp 13.500,-. Semakin banyak input yang digunakan dalam proses produksi kentang kentang isi maka semakin besar pendapatan tenaga kerja yang diperoleh. Margin bernilai positif sebesar Rp 75.000,-, memiliki arti bahwa usaha ini mendapatkan keuntungan dan nilai tambah. Persentase tertinggi yang menyusun margin adalah sumbangan input lain sebesar 60% yang terdiri dari input ayam dan wortel dengan harga lebih tinggi daripada kentang sebagai input utama. Usaha kroket kentang isi ‘Antasari’ dapat terus melakukan pengembangan usaha dan peningkatan nilai tambah dengan cara menjaga kualitas dari produk sehingga memberikan dampak kepada konsumen yang loyal.
Copyrights © 2024