Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam berbagai peran, termasuk sebagai penerima dan pemrakarsa kegiatan, serta konsumen produk pertanian, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka, serta meningkatkan inisiatif ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan fungsi anggota KWT dan menjelaskan unsur-unsur yang memfasilitasi atau menghambat partisipasi mereka dalam program food yard berkelanjutan di Lingkungan Balongkrai, Desa Pulorejo, Kota Mojokerto. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT mengambil peran proaktif dalam operasional KWT Cahaya. Kegiatan yang dilakukan meliputi: jasa keuangan seperti simpan pinjam, bakti sosial, peternakan unggas, pemanfaatan lahan kosong, dan pengolahan hasil pertanian. Temuan penelitian memberikan kesimpulan sebagai berikut: Fungsi utama anggota KWT dalam program P2l adalah memberikan bantuan dan dukungan. Tujuan dari Program Pendampingan adalah untuk memberikan pelatihan kepada anggota KWT Cahaya, akses terhadap pekarangan, dan pendampingan dalam pengolahan hasil pertanian. Selain komponen ekonomi, kegiatan di KWT memberikan peluang berharga bagi para anggotanya untuk mengembangkan keahlian mereka di bidang pertanian dan peternakan. Studi ini mengidentifikasi variabel sosial dan ekonomi sebagai penghambat kesejahteraan keluarga. Unsur pendukung tersebut antara lain bantuan pemerintah dan hasil program, dukungan instansi terkait, serta dukungan dari seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung operasional di KWT Cahaya.
Copyrights © 2024