Tanaman bawang merah merupakan komoditas agribisnis dan jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kabupaten Brebes merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah yang cukup signifikan di Indonesia. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani pada saat sensus pertanian 2023 ditemukan permasalahan, yaitu petani cenderung lebih suka melakukan eksperimen saat pemilihan pupuk, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan pengeluaran menjadi lebih banyak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membangun sistem pendukung keputusan menggunakan metode Aditive Ratio Assesment (ARAS) dan perankingan alternatif pupuk berdasarkan kriteria harga, dosis, umur dan kandungan pupuk. Tahapan memulai sistem perhitungan metode ARAS dengan memasukkan kriteria, alternatif, atribut dan bobot pada menu kriteria. Selanjutnya input sub nilai kriteria dan input data awal perhitungan pada menu alternatif. Sehingga menu perhitungan tampil. Hasil dari sistem perhitungan metode ARAS yaitu perankingan dari 8 alternatif: NPK Mutiara, KCI, SP-36, ZA, DAP (Phospat), Urea, Kamas, NPK Ponska. Berdasarkan kriteria pemilihan pupuk, dari 8 alternatif itu NPK mutiara berada di urutan pertama dengan nilai ki 0,6059, urutan kedua KCI dengan nilai ki 0.5312 dan urutan ketiga DAP(Phospat) dengan nilai 0,5014.
Copyrights © 2024