Konflik Gaza-Palestina telah menarik perhatian dunia internasional selama beberapa dekade. Media sosial, termasuk Instagram, digunakan oleh aktivis, jurnalis warga, dan kelompok advokasi untuk menyampaikan cerita dan gambaran langsung tentang situasi di Gaza kepada audiens global. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menerapkan analisis framing untuk mempelajari bagaimana media membentuk pemahaman tentang konflik Palestina di Instagram. Media memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik, namun berita yang disajikan tidak selalu objektif. Perbedaan framing terlihat antara Detikcom dan Metrotv, dengan Detikcom lebih menjelaskan agresi militer Israel dan menyalahkan Hamas, sedangkan Metrotv memberi sorotan pada kekejaman Israel dan membela Palestina.
Copyrights © 2024