Saat memasuki wilayah baru, seseorang tidak akan terlepas dari culture shock. Culture shock merupakan gejala sosial yang dialami hampir semua perantau dengan proses adaptasi budaya. Culture shock juga dialami oleh mahasiswa perantau di Fakultas llmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Adaptasi itu selanjutnya akan menjadi momen penyesuaian dengan lingkungan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi komunikasi antarbudaya mahasiswa perantau dalam menghadapi Culture Shock dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi antarbudaya mahasiswa perantau dalam menghadapi culture shock di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa perantau di Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara dengan Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yang berasal dari daerah yang berbeda-beda diluar kota Kendari. Data penelitian ini diperoleh dari informan yang sudah ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling serta untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan menggunakan tiga metode pengumpulan data yakni, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan beberapa tahapan yakni reduksi data, penyajian data, pengumpulan data dan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang mengalami culture shock karena adanya perbedaan bahasa antar budaya baik nada bicara maupun perilaku. Dijabarkan melalui asumsi dasar pada teori akomodasi komunikasi yaitu persamaan dan perbedaan memersepsikan tuturan dan perilaku orang lain dengan faktor pendukung dan menghambat yang dialami mahasiswa perantau pada saat menghadapi culture shock.
Copyrights © 2024