Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola komunikasi antara suku Bugis dengan suku Bali di SMP Negeri 1 Loea serta hambatan pola komunikasi antara suku Bugis dengan suku Bali di SMP Negeri 1 Loea. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian berjumlah 12 informan yang ditentukan dengan purposive sampling, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa melalui proses penyesuaian pola komunikasi suku Bugis dengan suku Bali terjadi ketika manusia berinteraksi satu sama lain. Pola komunikasi di SMP Negeri 1 Loea dimulai karena siswasiswi berinteraksi satu sama lain adanya perbedaan bahasa, aksen, bahasa tubuh kedua suku dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Proses komunikasi antara siswa suku Bugis dengan suku Bali sebagian besar saling pemahami dalam konteks bahasa. Begitu pun dalam kebudayaan yang berbeda. Hambatan komunikasi antara suku Bugis dan suku Bali dapat disebabkan oleh faktor gangguan semantik yaitu gangguan komunikasi yang disebabkan kesalahan pada bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan pembicara berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh penerima. Ketika siswa suku Bugis dan siswa suku Bali mereka mendengar ketidaksaling mengerti dalam pembahasaan dan begitupun sebaliknya.
Copyrights © 2024