Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Komunikasi Keluarga Dalam Membina Perilaku Menyimpang Remaja Penelitian ini adalah di Desa Lalowosula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur dengan metode kualitatif. Penetuan informan yaitu purposive sampling berjumlah 15 orang tua Data dikumpulkan dan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif Teori yang digunakan yaitu teori Komunikasi Interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi keluarga dalam membina perilaku menyimpang remaja di Desa Lalowosula Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur masi belum optimal dalam perilaku menyimpang remaja. Peranan komunikasi keluarga sangat berpegaruh dalam perilaku menyimpang remaja harus menentukan atau bergaul yang baik sehingga tidak berpegaruh pada perilaku yang negatif yang merugikan diri sendiri Perilaku menyimpang remaja di Desa Lalowosula didapatkan bahwa faktor keterbukaan yang tinggi karena orang tua kurang berkomunikasi atau kurang terbuka kepada anaknya sehingga menyebabkan perilaku menyimpang. Faktor Empati yang tinggi karena kurangnya rasa empati orang tua atau kepedulian dan kasih sayang kepada anaknya. Faktor positif yang tinggi dalam perilaku menyimpan remaja kerena kurangnya sikap positif untuk berani mengungkapkan pendapat ketika berdebat dengan orang tua menyebabkan anak tidak hormat, dan faktor sikap mendukung yang lemah kerena masih ada orang tua yang mendukung atau memberikan motivasi kepada anaknya agar tidak terjerumus hal-hal negatif.
Copyrights © 2024