Mendapatkan capital gain yang tinggi merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan investasi dan menjadi tujuan investor. Selain harga saham setelah periode tertentu, terdapat fenomena underpricing saat perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia yang memiliki return menarik. Ada beberapa faktor yang menjadi perhatian peneliti antara lain Earning Per Share (EPS) dan Inflasi. Kedua variabel tersebut diduga memiliki pengaruh terhadap harga saham baik secara langsung maupun melalui variabel intervening underpricing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Inflasi terhadap underpricing dan harga saham pada perusahaan pertambangan yang melakuan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2022. merupakan penelitian eksplanatori dengan jenis data kuantitatif. Pada penelitian ini menggunakan metode path analysis, dan Uji t.
Copyrights © 2023