Penelitan dilatarbelakangi pentingnya kemampuan memecahkan masalah agar peserta didik membangun pemikiran konstruktif, sistematis, fokus dalam menganalisis masalah melalui model problem based leraning (PBL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap kemampuan memecahkan masalah. Metode yang digunakan ekperimen dengan post-test only, non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di SMA IT As-Syifa Boarding School Subang. Sampel penelitan ini, kelas eksperimen XI IIS 1 jumlah 24 dan kelas kontrol XI IIS 2 jumlah 25. Teknik pengumpulan data dengan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homgenitas dan uji-t. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1) tidak terdapat perbedaan kemampuan mendefinisikan masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 2) terdapat perbedaan kemampuan mengidentifikasi masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 3) terdapat perbedaan kemampuan merumuskan alternatif solusi masalah antara kelas eksperimen dengan kontrol; 4) tidak terdapat perbedaan kemampuan menentukan solusi terbaik antara kelas eksperimen dengan kontrol; dan 5) terdapat perbedaan kemampuan memecahkanan masalah antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis, PBL berpengaruh terhadap kemampuan memecahkan masalah di SMA IT As-Syifa Boarding School Subang. Kemampuan memecahkan masalah melalui model PBL memerlukan sarana informasi yang bervariasi. Perlu adanya studi lanjutan pada kemampuan mendefinisikan masalah dan menentukan solusi terbaik dalam memecahkan masalah.Kata kunci: kemampuan memecahkan masalah, model pembelajaran problem based learning (PBL)
Copyrights © 2015