Pelecehan seksual merupakan suatu aktivitas yang berhubungan dengan seksual yang dilakukan baik secara verbal maupun nonverbal kepada orang lain yang tidak menginginkan perlakuan tersebut baik dalam dunia kerja maupun akademis. Yang terlibat dalam pelecehan seksual tidak hanya pelaku dan korban, tetapi juga saksi mata (bystander) yang berada di sekitar kejadian. Terdapat dua jenis bystander yaitu bystander pasif dan bystander aktif. Untuk menjadi bystander aktif diperlukan perilaku prososial yang tinggi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial sebagai upaya preventif pelecehan seksual pada siswa SMP Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dimana desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pengabdian, dimulai dengan pemaparan materi tentang pelecehan seksual dan bystander, dilanjutkan dengan pengenalan Program STOP, dan roleplay. Berdasarkan hasil pretest dan posttest didapatkan bahwa program ini dapat meningkatkan perilaku prososial pada siswa.
Copyrights © 2024