Anxiety merupakan faktor risiko utama untuk berbagai masalah kesehatan fisik dan mental. Mahasiswa lebih rentan mengalami anxiety dibandingkan populasi umum. Hal ini sering terjadi secara bersamaan dan dapat saling memperburuk sehingga menimbulkan berbagai keluhan dan berpengaruh pada fisiologis tubuh, salah satunya dapat menimbulkan kebiasaan bruxism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat anxiety dengan kebiasaan bruxism pada mahasiswa Universitas Andalas. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji Chi-square. Sampel penelitian dipilih 94 orang dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengukuran tingkat depresi, anxiety, dan stres dilakukan menggunakan kuesioner Anxiety, sedangkan penilaian bruxism menggunakan kuesioner modifikasi Daniel E. Paesani (Bruxism, Theory, and Practice) dan Winocur E (Self-reported bruxism association with perceived stress, motivation for control, dental anxiety and gagging). Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi anxiety dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda di antara responden yaitu anxiety (68.1%). Sebanyak 53 orang (56.4%) responden memiliki kebiasaan bruxism. Hasil uji statistik Chi-square didapatkan nilai p<0.05 yang berarti terdapat hubungan antara tingkat anxiety dengan kebiasaan bruxism pada mahasiswa Universitas Andalas. Terdapat hubungan antara tingkat anxiety dengan kebiasaan bruxism pada mahasiswa Andalas.
Copyrights © 2024