Busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar merupakan busana wajib yang digunakan oleh pengantin saat upacara resepsi pernikahan. Busana ini memiliki bentuk yang unik dan makna filosofis yang erat kaitannya dengan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Bentuk baju atasan yaitu baju kurung basiba yang disebut baju lembayung berwarna hitam dengan tenunan benang emas, dipasangkan dengan kain bawahan beludru berwarna hitam dengan sulaman benang perak pada bagian bawahnya. Busana pelengkap yaitu selendang dari kain songket balapak dan kain lanjan yang dipakai di luar rok. Aksesoris yang digunakan berupa suntiang ambiang-ambiang khas Nagari Padang Magek, galang maniak panjang, galang gadang, anting, dukuah pinyaram dan dukuah cakiak. Baju dan sunting yang digunakan menjadi ciri khas dari busana pengantin wanita Padang Magek. Setiap bagian busana ini mengandung makna yang melambangkan perpaduan dari padangan hidup suku bangsa Minangkabau yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Copyrights © 2024