Menstruasi terkadang diikuti oleh gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada aspek fisik bahkan psikologis yang dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS). Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya PMS diantaranya status gizi tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi dan kecemasan dengan kejadian PMS pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi yang sudah mengalami menarche sebanyak 89 orang. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 81 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling . Instrumen penelitian berupa lembar dokumentasi untuk mendapatkan data Status gizi, kuesioner HARS untuk mendapatkan data tentang tingkat Kecemasan dan sPAF untuk mendapatkan data tentang PMS . Analisis data menggunakan uji peringkat spearman . Hasil penelitian diperoleh IMT remaja putri dalam kategori kurus 56,8%. Tingkat Kecemasan remaja putri dalam kategori ringan 51,9%. Remaja putri yang mengalami PMS 67,9%. p value 0,000 sehingga terdapat hubungan indeks massa tubuh (0,000) dan tingkat Kecemasan (0,000) dengan kejadian PMS. Status gizi dan kecemasan merupakan faktor yang beresiko dapat menyebabkan terjadinya PMS, sehingga perlu adanya manajemen kecemasan yang baik dan mengatur pola diet dengan gizi seimbang sehingga berdampak pada status gizi dan kecemasan.
Copyrights © 2024