Beban kerja yang berlebihan ini sangat mempengaruhi produktivitas tenaga kesehatan dan tentunya produktivitas perawat. Faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat adalah kondisi pasien yang selalu berubah, dan rata-rata jumlah jam menyusui yang diperlukan untuk memberikan pelayanan langsung kepada pasien melebihi kemampuan seseorang. Kondisi ini dapat memicu stres kerja. Stres kerja merupakan salah satu bentuk permasalahan pada perawat dan dapat menyebabkan penurunan semangat kerja, dan prestasi kerja, serta peningkatan risiko intervensi yang dapat membahayakan pasien atau perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja perawat dengan stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSU GMIM Sonder. Desain penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional yang terdiri dari 33 responden. Uji statistik menggunakan uji rho Spearmen. Hasil analisis menunjukkan p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan antara beban kerja perawat dengan stres kerja perawat di Ruang Rawat Inap RS GMIM Sonder. Disarankan agar lembaga pelayanan menambah staf perawat mereka untuk mengatasi beban kerja dan stres kerja perawat. ereka untuk mengatasi beban kerja dan stres kerja perawat.
Copyrights © 2024