Zakat memiliki perspektif ekonomi. Abu Syuja’ al-Ashfahani dalam Taqrib mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara garis besar mengenai (1) Harta yang wajib dizakati (2) Syarat wajib zakat, dan (3) Nishab. Sementara Yusuf al-Qaradhawi dalam Fiqh al-Zakat mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara garis besar zakat adalah bagian dari sistem finansial dan sosial Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah elaborasi Abu Syuja’ al-Ashfahani dan Yusuf al-Qaradhawi tentang perspektif ekonomi zakat. Berfokus kepada dua kitab fikih, yakni: Taqrib karya Abu Syuja’ Ahmad Ibn al-Husain Ibn Ahmad al-Ashfahani (lahir 433 H/1042 M, wafat 593 H/1166 M) dan Fiqh al-Zakat karya Yusuf al-Qaradhawi (lahir 9 September 1926, wafat 26 September 2022). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis, dan termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) karena sumber datanya berasal dari literatur yang berbasis perpustakaan. Hasil penelitian ini adalah Abu Syuja’ al-Ashfahani mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara esoteris. Sementara Yusuf al-Qaradhawi mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara eksoteris. Kata Kunci: Esoterisme, Eksoterisme, Perspektif, Ekonomi, Zakat
Copyrights © 2024