Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ESOTERISME ABU SYUJA’ AL-ASHFAHANI DAN EKSOTERISME YUSUF AL-QARADHAWI DALAM ELABORASI PERSPEKTIF EKONOMI ZAKAT Achmad Sjamsudin
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 11 No. 1 (2024): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v11i1.485

Abstract

Zakat memiliki perspektif ekonomi. Abu Syuja’ al-Ashfahani dalam Taqrib mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara garis besar mengenai (1) Harta yang wajib dizakati (2) Syarat wajib zakat, dan (3) Nishab. Sementara Yusuf al-Qaradhawi dalam Fiqh al-Zakat mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara garis besar zakat adalah bagian dari sistem finansial dan sosial Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah elaborasi Abu Syuja’ al-Ashfahani dan Yusuf al-Qaradhawi tentang perspektif ekonomi zakat. Berfokus kepada dua kitab fikih, yakni: Taqrib karya Abu Syuja’ Ahmad Ibn al-Husain Ibn Ahmad al-Ashfahani (lahir 433 H/1042 M, wafat 593 H/1166 M) dan Fiqh al-Zakat karya Yusuf al-Qaradhawi (lahir 9 September 1926, wafat 26 September 2022). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis, dan termasuk ke dalam penelitian kepustakaan (library research) karena sumber datanya berasal dari literatur yang berbasis perpustakaan. Hasil penelitian ini adalah Abu Syuja’ al-Ashfahani mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara esoteris. Sementara Yusuf al-Qaradhawi mengelaborasi perspektif ekonomi zakat secara eksoteris. Kata Kunci: Esoterisme, Eksoterisme, Perspektif, Ekonomi, Zakat
Integrasi Wakaf Dan Pendidikan: Lembaga Gerakan Wakaf Indonesia Dalam Mendukung Magang Di Era Merdeka Belajar Faujiah, Ani; Achmad Sjamsudin; Amiliya Nurul Fajriyah; M. Toyib Afandi
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 11 No. 2 (2024): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v11i2.513

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara wakaf dan pendidikan melalui peran lembaga Gerakan Wakaf Indonesia dalam mendukung program magang di era merdeka belajar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi pada lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga ini berkontribusi signifikan dalam menyediakan kesempatan magang yang relevan, sehingga memperkuat proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan bagi peserta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan untuk pengembangan lebih lanjut program magang yang terintegrasi dengan konsep wakaf. Kata kunci : wakaf, integrasi pendidikan, magang, merdeka belajar
TAFSIR DEMOKRASI GUS DUR PERSPEKTIF QS. AL-BAQARAH (2): 41 Achmad Sjamsudin
MIYAH: Jurnal Studi Islam Vol. 21 No. 02 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v21i02.1714

Abstract

Democracy was first developed in the practice of the city states of Greece and Athens. Then, the growth of the term democracy experienced a fertile period and a shift towards modernization during the renaissance. The history of democratic practice exists in three waves. Indonesia is one of the countries entering wave three. According to Gus Dur, democracy is not an exchange of positions, but rather a principle of state administration where the constitution must be upheld. Gus Dur's democratic principles are interesting from the perspective of QS interpretation. Al-Baqarah (2): 41. This research aims to examine Gus Dur's democratic principles in the perspective of QS interpretation. Al-Baqarah (2): 41. Focuses on articles regarding Democracy, Community Participation, Freedom of Speech and Religion, and Institutional Reform. Also to three books of commentary: al-Zamakhsyari, al-Maraghi, and Abu Hayyan. This research uses the SLR approach, and includes library research. The results of this research are that democracy is a state administration where the constitution must be upheld. The implication is that democracy is not a market or a mere exchange of positions. Gus Dur's democratic principles remain highly relevant and important in Indonesia's current political and social context.