Imam Sibawayh (760-796 M) awalnya mempelajari Hadis, namun beralih fokus ke ilmu Nahwu setelah dikritik oleh gurunya karena kesalahan gramatikal. Dibimbing oleh ahli bahasa seperti Al-Khalil ibn Ahmad al-Farahidi dan Isa ibn Umar, Sibawayh memperdalam ilmu tata bahasa Arab melalui diskusi, analisis teks, dan observasi. Karya utamanya, "Al-Kitab," menjadi ensiklopedia penting dalam ilmu Nahwu, membahas konsep-konsep seperti I’rab, Mabni, dan kategori kata dalam bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, analisis tekstual, dan kritik sumber untuk memahami kontribusi Sibawayh dalam pengembangan terminologi Nahwu. Hasilnya menunjukkan integrasi berbagai sumber dalam karya Sibawayh, serta dampaknya dalam standardisasi terminologi dan pengajaran Nahwu, meskipun terdapat beberapa dampak negatif seperti ketidakselarasan konseptual dan keterbatasan kontekstual.
Copyrights © 2024