TBBM Tanjung Perak yang merupakan bagian dari PT Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab dalam penyediaan BBM yang kemudian didistribusikan ke SPBU sebagai titik akhir sebelum sampai ke masyarakat. Namun, terdapat tantangan dalam pendistribusian BBM ke SPBU, terutama untuk produk Pertamax. Permintaan order dengan kelipatan 4 KL meningkat yang menjadi kendala bagi TBBM Tanjung Perak karena terbatasnya kapasitas kapal tanker 4 KL dalam memenuhi permintaan yang meningkat tersebut. Salah satu penyebab hal ini dikarenakan elastisitas harga produk non subsidi yang fluktuatif, khususnya produk Pertamax. Pada dasarnya, SPBU memiliki hak untuk memesan 4 KL atau 8 KL, dan hal ini telah diperhitungkan dalam stok Pertamax yang tersedia. Namun, SPBU tidak bisa mengabaikan fakta bahwa outstanding atau kegagalan pemenuhan pesanan yang dilakukan oleh TBBM dapat mengganggu manajemen stok yang telah direncanakan oleh SPBU atau bahkan kehabisan stok Pertamax. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya kapal tanker untuk mengantarkan pesanan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi SPBU untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan peningkatan order dari 4 KL menjadi 8 KL, dengan mempertimbangkan beberapa aspek pendukung yang relevan.
Copyrights © 2024