Kanker merupakan salah satu penyebab kematian yang terbanyak di dunia termasuk di Indonesia. Dengan jumlah terbanyak adalah kanker prostat dan kanker paru-paru. Kanker prostat merupakan kanker pembunuh nomor dua pada pria setelah kanker paru-paru dan merupakan penyebab utama kematian akibat kanker bagi pria lansia. Kanker prostat disebabkan oleh mutasi gen di dalam androgen receptor (AR). AR merupakan reseptor androgen dalam sel prostat yang berperan sebagai aktivator pertumbuhan sel prostat. Mutasi yang terjadi pada gen AR ini akan menyebabkan terjadinya perubahan struktur AR sehingga efek yang ditimbulkan ketika teraktivasi meningkat. Sampai saat ini terapi penanganan kanker prostat yang umum adalah jenis kemoterapi dan terapi hormon. Selain efek terapi pada kanker prostat, terapi hormon, seperti estrogen dan testosteron,dapat mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes, serta dapat menyebabkan impotensi karena terhentinya produksi testosteron. Terapi terbaru adalah dengan menggunakan mikro-RNA (miRNA). Salah satu yang ditemukan sebagai terapi kanker adalah miRNA tipe miR-15a dan miR-16. Kedua miRNA berperan sebagai penghambat pertumbuhan sel dan pemicu apoptosis sel. Pada kondisi kanker, kedua miRNA ini ditekan sehingga dengan menambahkan miRNA dari luar tubuh atau meningkatkan induksinya dalam tubuh dapat menekan pertumbuhan sel kanker itu sendiri. Dengan penambahan delivery agent yang mampu membawa miRNA menuju sel prostat, yaitu apatamer A10-3.2, membuat miR-15a-miR-16/A10-3.2 dapat digunakan sebagai terapi kanker prostat yang spesifik. Sementara itu, keberadaan miRNA diregulasi oleh protein Argonaute yang mendegradasi miRNA yang tidak dipakai dalam sel. Untuk itu, kami mengajukan methylselenol sebagai kemoterapi miRNA ini. Methylselenol merupakan suatu senyawa metabolit selenium yang berperan dalam menekan produksi mRNA sel kanker prostat, senyawa ini berasal dari bakteri termofilik, Geobacillus sp. Bakteri ini akan menghasilkan methylselenocystein yang kemudian dalam hepar akan diubah menjadi methylselenol. Methylselenol ini lah yang akan disirkulasikan dalam tubuh dan mencapai prostat untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Sehingga kombinasi kombinasi antara miR-15a dan miR-16 yang dikonjugasikan dengan RNA aptamer A10-3.2 bersama methylselenol yang diperoleh dari bakteri Geobacillus sp.merupakan terapi paling tepat dalam pengobatan kanker prostat.
Copyrights © 2023