Pendahuluan: SMK Negeri 3 memiliki 9 kelas dengan jumlah siswa yang memiliki keluhan dismenore sebanyak 228 orang. Remaja termasuk siswi yang masih sekolah memiliki aktivitas fisik dalam kategori ringan, aktivitas mereka lebih cenderung belajar disekolah yang mungkin ada pelajaran tambahan serta berbagai aktivitas harian lainnya, setelah pulang sekolah memungkinkan aktivitas fisik para siswi di SMK N 3 Lubuk Linggau tergolong dalam aktivitas fisik berat. Didapatkan dari 10 siswi sebanyak 4 siswi (40,0%) sering tidak hadir kesekolah karena dismenore yang dialaminya tepat saat hari pertama dan hari kedua menstruasi sedang berlangsung, Tujuan penelitian ini yaitu Diketahuinya hubungan aktivitas fisik dengan keluhan dismenore pada remaja putri di SMK Negeri 3 Lubuk Linggau. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik. Penelitian analitik merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan dismenore pada remaja putri di SMKN 3 Lubuk Linggau. Populasi dalam penelitian ini yaitu 228 orang remaja putri dan sampel sebanyak 70 siswi. Hasil dan Pembahasan: Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik ringan dengan menggunakan uji chi-square ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan keluhan dismenore. Kesimpulan : aktivitas fisik adalah hal yang penting diperhatikan saat masa remaja. Peneliti menyarankan kepada pihak SMKN 3 Lubuklinggau dapat meningkatkan pemberian KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) pada remaja putri terutama tentang dismenore untuk mengurangi keluhan nyeri dismenore.
Copyrights © 2024