Stunting merupakan Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Indonesia termasuk dalam urutan tertinggi kasus stunting dengan prevalensi 37,2%. Pemerintah Kota Kupang berupaya menekan angka prevalensi Stunting di bawah 10% tahun 2024. Beberapa hasil penelitian menyebutkan terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita seperti pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai dengan 6 bulan dan pemberian makanan Pendamping ASI dari usia 6 bulan sampai usia 2 tahun, oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan kader tentang bagaimana pola pengasuhan yang tepat untuk pencegahan stunting sebagai edukasi berkelanjutan kader kepada orangtua. Tujuan memberikan informasi kepada kader posyandu tentang pencegahan terjadinya stunting pada balita dan Promosi MP-ASI. Dalam pengabmas ini metode yang dilakukan adalah pre test , Penyuluhan dan post test tentang stunting dan Promosi MPASI, Kesimpulan terdapat perubahan pengetahuan kader posyandu dari hasil pre test 66,6% mempunyai pengetahuan cukup dan setelah diberikan penyuluhan terdapat kenaikan hasil post tes 80% mempunyai pengetahuan baik.
Copyrights © 2024