Penelitian ini mengkaji apakah sensitivitas arus kas terhadap kas perusahaan di Indonesia bersifat asimetris. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup 620 perusahaan non-finansial dan non-utilitas di Indonesia selama periode 2009-2021, menghasilkan total 5.360 observasi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat asimetri dalam sensitivitas arus kas terhadap kas perusahaan. Ketika perusahaan mengalami arus kas positif, sensitivitas arus kas terhadap kas bersifat negatif. Sebaliknya, ketika perusahaan mengalami arus kas negatif, sensitivitas arus kas bersifat positif. Asimetri ini semakin nyata pada perusahaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap keuangan eksternal (keterbatasan keuangan). Temuan ini menegaskan adanya asimetri dalam sensitivitas arus kas terhadap kas dan dampak keterbatasan keuangan eksternal terhadap kebijakan perusahaan di negara berkembang.
Copyrights © 2024