Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran hermeneutika hadis dari Mohammed Arkoun dan Muhammad Syahrur sebagai alternatif baru dalam memahami hadis sebagai sumber ajaran Islam. Dengan mengangkat judul penelitian ini, peneliti ingin mengetahui perbedaan dan persamaan pemikiran hermeneutika Muhammad Arkoun dan Muhammad Syahrur dalam hadis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kritis dan komparatif terhadap karya kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai persamaan dan perbedaan dalam mengembangkan hermeneutika hadis. Persamaan antara Mohammed Arkoun dan Muhammad Syahrur adalah keduanya menggunakan pendekatan kritis dan interdisipliner, menolak pandangan tradisional literalis dan ortodoks, serta mengajukan konsep otoritas plural dalam menafsirkan hadis. Arkoun menekankan aspek historis, antropologis, semiotik, dan linguistik dalam mengkaji hadis, sedangkan Shahrur menekankan aspek universal dan kontekstual dalam membedakan hadis. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan hermeneutika hadis yang relevan dengan perkembangan zaman. Hal ini juga memberikan implikasi praktis dalam membantu umat Islam untuk berpikir kritis, kreatif, dan dinamis dalam menafsirkan hadis sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan manusia.
Copyrights © 2023