Permasalahan terkait dengan penumpukan sampah masih terjadi di berbagai daerah dan salah satunya di Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan. Penumpukan sampah ini terjadi karena tidak adanya pengolahan dan pemilahan sampah yang benar. Maka dari itu, tim pengabdian masyarakat UIN Sunan Ampel Surabaya melakukan kegiatan edukasi secara berkala terkait dengan pengolahan sampah organik dengan menggunakan metode takakura. Tujuan dari kegiatan ini yaitu, untuk meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau menumpuk sampah didepan rumah akan tetapi mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, salah satunya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos dengan metode takakura. Adapun metode yang digunakan dalam program ini yaitu dengan memberikan edukasi yang sasarannya adalah para ibu-ibu paguyuban di setiap dusun. Dari hasil kegiatan yang dilakukan didapatkan 5 dari 20 responden merespon positif kegiatan ini yang dapat dilihat dari wawancara yang dilakukan setelah kegiatan tersebut, selain itu monitoring dengan cara presentasi setiap kompos yang dibawa setelah satu minggu di paguyuban berikutnya, diperoleh hasil bahwa 4 dari 7 kompos yang dibuat berhasil menjadi pupuk dan sisanya tidak berhasil karena perawatan yang kurang maksimal. Akan tetapi, hal tersebut masih dapat diatasi dengan perawatan yang rutin, baik, dan benar. Adapun untuk selanjutnya, diharapkan para ibu-ibu dapat melanjutkan pengolahan sampah organik menggunakan metode takakura ini, serta dapat menjadi pelopor bagi ibu-ibu yang lainnya.Kata kunci: Pengolahan Sampah, Takakura, Sampah Organik
Copyrights © 2024