Kegiatan dalam inventarisasi hutan salah satunya adalah pengukuran potensi volume tegakan. Penggunaan angka bentuk rata-rata sebesar 0,7 dianggap kurang tepat karena penggunaan satu angka bentuk tersebut merupakan rata-rata untuk semua jenis dan semua lokasi menghasilkan dugaan volume yang tidak akurat dan penggunaan satu angka bentuk untuk semua jenis dan semua lokasi menghasilkan dugaan volume yang tidak akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa besarnya angka bentuk pohon dari beberapa jenis meranti (meranti batu (Parashorea aptera), meranti merah (Shorea leprosula) dan meranti putih (Shorea agamii)) di hutan lahan kering sekunder PT Borneo Indobara Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilakukan secara survey menggunakan plot pengamatan berukuran 40 x 40 m sebanyak 5 plot dengan sampel minimal 30 sampel dan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yang berdasarkan kriteria. Hasil yang diperoleh yaitu angka bentuk pohon pada beberapa jenis meranti di areal PT Borneo Indobara sebesar 0,86. Angka bentuk 0,86 lebih besar dari pada angka bentuk rata-rata yaitu 0,7.
Copyrights © 2024