Remaja mendominasi populasi di Indonesia, hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi generasi muda khususnya dari segi kesehatan mental. Hasil survei dari Indonesia-National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2020-2021 mengukur angka kejadian gangguan kecemasan atau anxiety adalah gangguan mental yang paling sering dialami oleh remaja di Indonesia dalam 12 bulan terakhir. Hanya 2,6% dari remaja yang memiliki masalah kesehatan mental menggunakan fasilitas konseling untuk membantu mereka, angka tersebut masih sangat kecil dibandingkan jumlah remaja yang sebenarnya membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, bedasarkan data yang telah dipaparkan membuat sistem pakar berbasis web untuk mendiagnosa awal penyakit anxiety menggunakan metode Certainty Factor pada remaja adalah respon yang perlu dilakukan untuk meningkatkan akses awal dan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental.
Copyrights © 2024