Banyak orang menghadapi tekanan untuk tetap terhubung dengan pekerjaan mereka di luar jam kerja, baik melalui email, pesan instan, atau tuntutan lainnya yang tidak terduga. Hal ini menyebabkan batasan antara waktu kerja dan waktu pribadi semakin tidak ada, mengakibatkan stres dan kelelahan yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mengukur sejumlah variabel dan menekankan pada pendekatan yang sistematis, terukur, dan obyektif. 1. Berdasarkan hasil uji t (uji secara parsial) nilai signifikan pada variabel work-life balance (X1) kurang dari 0,05 (0,021<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima 2. Berdasarkan pada hasil uji t (uji secara parsial) nilai signifikansi variabel burnout (X2) kurang dari 0,05 (0,029<0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 3. Berdasarkan hasil uji F (uji secara simultan) nilai signifikansi yang mendapatkan nilai 0,003 lebih kecil dari 0,05 (0,003<0,05) maka bisa diambil kesimpulan secara simultan (bersama-sama) terdapat pengaruh secara signifikan antar variabel bebas terhadap variabel terikat yakni work-life balance dan burnout terhadap kepuasan kerja karyawan.
Copyrights © 2024