Pada usia remaja seorang mengalami tumbuh dan berkembang dengan pesat, yangmana pada masa ini rasa ingin tahu berbagai hal sangat tinggi, tidak terkecuali perkembangan seksnya. Hal ini karena terjadi fluktuasi sekresi hormon-hormon, hingga mempengaruhi dorongan seksualnya. Ada pandangan yang keliru di masyarakat, bahwa anak yang sudah mengalami pubertas dan berusia di atas 14 tahun dianggap sudah cukup matang dalam segala hal, serta siap menghadapi dunia orang dewasa. Tujuan dari pengabmas ini, agar remaja lebih mempunyai pemahaman dan mempunyai kepedulian menjaga kesehatan reproduksinya dengan tidak melakukan pergaulan bebas terutama seks pra nikah hingga berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan dan pernikahan dini. Kurangnya pemahan remaja tentang tumbuh kembang yang terjadi pada dirinya, akan berpengaruh pada rasa kepedulian menjaga kesehatan reproduksi yang sehat, dan cenderung melakukan hal - hal diluar kendali terutama seksual .Metode yang digunakan adalah , yang pertama memberikan pelatihan pada guru dan remaja yang masuk team KRR tentang kesehatan reproduksi sehat, tanda dan gejala, dan cara mengantisipasinya. Langkah kedua dengan memberikan pendampingan kegiatan unit KRR membuat rencana kerja dan implemenntasi memberikan penyuluhan , pembagian lifleat kesehatan reproduksi kepada teman sebaya secara periodik dan melakkukan evaluasi kegiatan unit KRR. Langkah ketiga membentuk wadah atau unit yang menampung apresiasi remaja minat pada kesehatan reproduksi. Target dan luaran dari kegiatan pengabmas ini adalah terbentuknya unit KRR sebagai rintisan di SMA Muhammadyah 3 Jember dan booklet sebagai alat membantu penyuluhan kepada guru khususnya bidang kesiswaan dan tim unit KRR. Kegiatan pengabmas ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa, dan dengan bertambahnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi, pergaulan bebas pada remaja dapat dicegah, dan komunikasi bisa lebih baik.
Copyrights © 2024